Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) menjelaskan pencalonannya sebagai kandidat direktur jenderal (dirjen) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merupakan tugas dan amanah yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Alasannya, BGS menyampaikan saat ini banyak negara—termasuk Indonesia—merasa perlunya ada pemimpin dunia yang mewakili kepentingan negara-negara berkembang (Global South).
"(Pencalonan, red.) itu kan amanah dari Bapak Presiden yang menyampaikan bahwa kita adalah negara besar, tetapi belum pernah menjadi orang nomor satu di lembaga PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Jadi, Beliau melihat ada kesempatan seperti itu, ya (saya, red.) diminta agar cobalah maju. Ya, saya kalau ditugaskan oleh Bapak Presiden, harus kita lakukan," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di pelataran Bina Graha, Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin.
BGS melanjutkan keterwakilan dari negara-negara Global South menjadi penting, karena negara-negara tersebut memiliki populasi yang relatif banyak.
"Banyak sekali negara-negara yang merasa bahwa perwakilan atau suara dari negara-negara berkembang atau Global South ini harus lebih didengar, karena mereka kan dari sisi populasi lebih banyak dan lebih miskin sehingga perlulah ada wakil dari negara-negara Global South atau negara-negara berkembang di pimpinan lembaga-lembaga dunia seperti (WHO, red.) ini," ujar Budi Gunadi Sadikin.
Budi Gunadi kemudian mengungkap pesan yang diberikan oleh Presiden Prabowo kepada dirinya.
"Beliau menitipkan amanah ke saya, kalau bisa wakililah negara-negara berkembang ini agar mendapatkan perhatian di tataran global," kata Menkes BGS.
Dia melanjutkan tahapan pemilihan cukup panjang prosesnya masih sekitar 2 tahapan sampai akhirnya kandidat-kandidat yang masuk terseleksi menjadi tiga calon dirjen WHO.
Organisasi Kesehatan Dunia, yang merupakan lembaga di bawah naungan PBB, saat ini dipimpin oleh Tedros Adhanom Ghebreyesus, eks menteri luar negeri dan menteri kesehatan Ethiopia dan orang dari Benua Afrika pertama yang terpilih sebagai dirjen WHO. Ghebreyesus saat ini menjalani periode keduanya sebagai dirjen WHO sejak pertama kali bertugas untuk periode 2017—2022, kemudian periode 2022—2027.
Dalam laman resmi WHO, yang diperbarui terakhir kali pada 22 Agustus 2026, ada empat kandidat yang masuk dalam bursa dirjen WHO dan masing-masing dari mereka diusulkan oleh satu negara. Deretan kandidat itu, yaitu Budi Gunadi Sadikin (Indonesia); Hans Henri P. Kluge (Belgia); Hanan Balkhy (Arab Saudi); dan Hanan Mohammed Al-Kuwari (Qatar).
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.