Purwokerto - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto memperkuat strategi 4K untuk mengendalikan inflasi di wilayah Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara, Jawa Tengah, agar tetap berada dalam sasaran inflasi nasional.
Kepala KPwBI Purwokerto Aswin Gantina di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu sore, mengatakan strategi 4K tersebut meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.
"Ke depan, TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Banyumas Raya terus memperkuat pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif," katanya.
Terkait perkembangan inflasi di Purwokerto dan Cilacap pada Agustus 2026, dia mengatakan inflasi di dua kota yang menjadi penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) itu masih terjaga dalam kisaran sasaran nasional 2,5 persen plus minus 1 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kata dia, Purwokerto mencatat inflasi 0,39 persen secara bulanan (mtm) dengan inflasi tahunan 3,15 persen (yoy).
“Angka tersebut meningkat dibandingkan Juli 2026 yang mengalami deflasi 0,05 persen (mtm) dengan inflasi tahunan 2,66 persen (yoy),” katanya.
Sementara itu, kata dia, Cilacap mengalami inflasi 0,50 persen (mtm) dengan inflasi tahunan 3,08 persen (yoy), meningkat dibandingkan Juli 2026 yang mengalami deflasi 0,06 persen (mtm) dan inflasi tahunan 2,44 persen (yoy).
Ia mengatakan kenaikan inflasi terutama didorong harga daging ayam ras seiring meningkatnya permintaan pada momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dari sisi hulu, lanjut dia, kenaikan harga turut dipengaruhi meningkatnya biaya produksi peternak akibat kenaikan harga pakan dan day-old chick (DOC).
“Tekanan juga berasal dari komoditas hortikultura, terutama cabai rawit, buncis, dan kacang panjang, akibat penurunan produksi di sejumlah daerah sentra,” katanya.
Ia mengatakan kenaikan harga emas perhiasan turut memberikan tekanan, sedangkan bawang merah, bawang putih, bensin, dan telur ayam ras mengalami penurunan harga.
Sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga, kata dia, selama Agustus 2026 TPID Banyumas Raya melaksanakan berbagai program melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), termasuk Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah desa.
Menurut dia, upaya tersebut diperkuat melalui pendampingan petani cabai, penyelenggaraan toko tani mingguan untuk memperpendek jalur distribusi, serta rapat koordinasi bersama pedagang besar, asosiasi, dan kelompok tani.
"Komunikasi efektif juga diperkuat melalui penyampaian informasi kepada media massa terkait upaya pengendalian inflasi di Banyumas Raya guna menjaga ekspektasi masyarakat," katanya.
Aswin mengharapkan penerapan strategi 4K secara konsisten dapat menjaga stabilitas harga dan mendukung inflasi Banyumas Raya tetap terkendali dalam sasaran inflasi nasional.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.