Jakarta - Bigetron by Vitality dan ONIC menjadi dua wakil Indonesia yang lebih dahulu memastikan tiket ke Grand Finals Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall setelah menyelesaikan Knockout Stage pekan ketiga.
Bigetron mengamankan tiket setelah finis di posisi kedua pada hari kedua, Sabtu (29/8), sementara ONIC memastikan lolos setelah memuncaki klasemen hari ketiga, Minggu (30/8).
Kedua tim tersebut bergabung dengan All Gamers Global, Buriram United Esports, Twisted Minds asal Thailand, dan Team Flash dari Vietnam yang juga telah memastikan tempat di babak Grand Finals di Surabaya.
Dalam keterangan tertulisnya, Senin, pengembang dan penerbit game Garena Indonesia menyebut keberhasilan Bigetron dan ONIC terjadi setelah kedua tim melakukan perubahan komposisi pemain di tengah kompetisi.
Bigetron menurunkan dua pemain baru, Rafael Gabriel Yahzel Lumi (FELLOW) dan Velerio Thymoti Bolung (TIUSZZ), melalui periode transfer pemain. Adapun ONIC kembali memainkan Adam Ramdani (ADAM) setelah pemain senior tersebut tidak diturunkan pada dua pekan pertama.
ONIC juga mengubah posisi kapten dengan menunjuk Rattapoom Sunthalunai (POOM), pemain asal Thailand yang baru bergabung pada musim ini, menggantikan Irgi Ramdani (GEDAY).
Bigetron mengawali pekan ketiga dengan hasil kurang maksimal setelah hanya mengumpulkan 54 poin dan menempati peringkat ke-10 pada hari pertama. Mereka tidak meraih Booyah dan memperoleh 33 eliminasi serta 21 poin placement.
Performa Bigetron membaik pada hari kedua. Dengan susunan pemain baru, mereka meraih satu Booyah, 55 eliminasi, dan 42 poin placement untuk mengumpulkan 97 poin.
Bigetron berada di posisi kedua di bawah Team Flash yang memimpin dengan 116 poin. Hasil tersebut cukup untuk mengantarkan Bigetron menjadi tim Indonesia pertama yang memastikan tempat di Grand Finals.
Sementara itu, ONIC tampil lebih konsisten sepanjang pekan ketiga dengan selalu berada di lima besar. Mereka menempati peringkat kelima pada hari pertama dengan 84 poin dan naik ke posisi ketiga pada hari kedua dengan 87 poin.
ONIC kemudian menguasai klasemen pada hari ketiga dengan 116 poin, hasil dari satu Booyah, 70 eliminasi, dan 46 poin placement. Secara keseluruhan, ONIC mengumpulkan 287 poin dalam tiga matchday.
Pelatih ONIC Ahmad Fadly Masturoh (AFM) kembali memberikan kesempatan kepada Adam setelah sebelumnya tidak dimainkan. Perubahan tersebut turut disertai pergantian kapten kepada Poom.
Sementara itu, tiga wakil Indonesia lainnya, RRQ Kazu, MBR Omega, dan EVOS Divine, masih harus berjuang pada Knockout Stage pekan keempat.
MBR Omega menempati peringkat keenam pada hari ketiga dengan 75 poin, sementara RRQ Kazu berada di posisi ketujuh dengan 63 poin. EVOS Divine berada di peringkat ke-11 dengan 48 poin.
Pekan keempat yang berlangsung pada 4-6 September menjadi kesempatan terakhir bagi tim yang belum lolos. Enam tim teratas akan melaju ke Grand Finals, sementara enam tim terbawah tersingkir.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.