Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

BINUS siapkan talenta hadapi perubahan dunia kerja di era AI

NadiKabar Biro
BINUS siapkan talenta hadapi perubahan dunia kerja di era AI
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait BINUS siapkan talenta hadapi perubahan dunia kerja di era AI.

Jakarta - BINUS University mendorong penguatan kompetensi talenta digital seiring pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin terintegrasi dalam proses kerja dan mengubah kebutuhan industri terhadap tenaga profesional.

Senior Data Scientist & AI Consultant, Cloud Solutions Department, Lintasarta Cloudeka, Nicholas Dominic, mengatakan perkembangan AI mulai bergeser dari sekadar alat bantu menjadi bagian dari proses kerja yang membuat kebutuhan industri terhadap talenta ikut berubah.

“Perusahaan membutuhkan individu yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu memahami persoalan bisnis, membaca data secara kritis, berkolaborasi, dan menentukan bagaimana AI dapat digunakan secara tepat untuk menghasilkan solusi yang berdampak,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan perkembangan pemanfaatan AI di dunia kerja juga menunjukkan tren yang semakin kuat. Data dari Microsoft Work Trend Index 2026 mencatat 33 persen pekerja di Indonesia telah masuk kategori pengguna AI tingkat lanjut, lebih dari dua kali rata-rata global sebesar 16 persen.

Sebanyak 62 persen responden di Indonesia dalam survei tersebut menilai kemampuan berpikir kritis semakin penting di era AI. Sementara itu, 60 persen menilai kemampuan melakukan kontrol kualitas terhadap hasil AI menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan.

Menurutnya, keterhubungan antara pendidikan dan industri menjadi semakin penting agar kompetensi mahasiswa tetap relevan dengan kebutuhan dunia profesional.

Kementerian Komunikasi dan Digital memproyeksikan Indonesia membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada 2030. Namun, hingga kini masih terdapat kesenjangan sekitar 3 juta talenta yang perlu dipenuhi.

Perubahan kebutuhan tersebut mendorong perguruan tinggi memperkuat pembelajaran AI agar tidak berhenti pada kemampuan teknis, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir kritis, pemahaman bisnis, serta penerapan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.

Dekan School of Computer Science BINUS University Prof Dr Ir Derwin Suhartono menilai tantangan generasi muda ke depan bukan sekadar menguasai AI, tetapi mampu bekerja berdampingan dengan teknologi tersebut.

“Pertanyaan penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI,” ujarnya.

Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai pengembangan AI sekaligus kemampuan mengevaluasi dan menerapkan hasil teknologi untuk menyelesaikan persoalan nyata.

Direktur Kampus BINUS @Bekasi Prof Gatot Soepriyanto mengatakan pengembangan pendidikan AI di Bekasi memiliki relevansi dengan karakter wilayah tersebut yang memiliki ekosistem industri, bisnis, layanan, dan teknologi yang dinamis.

“Kami ingin pembelajaran AI tidak berhenti pada pemahaman teknologi, tetapi juga mampu diterjemahkan menjadi solusi yang memberikan nilai bagi industri, bisnis, dan masyarakat,” katanya.

Melalui Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi, BINUS University berharap dapat memperluas akses pendidikan AI sekaligus menyiapkan talenta yang mampu menghubungkan teknologi dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan turut memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia dalam perkembangan ekonomi berbasis AI.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia