Ambon - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku memperkuat kompetensi tenaga laboratorium dalam mendeteksi penyakit hewan dan ikan secara cepat dan akurat melalui peningkatan kemampuan pengujian biomolekuler menggunakan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).
Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Sabtu, mengatakan penguatan kapasitas tenaga laboratorium menjadi bagian penting dalam memastikan hasil pemeriksaan terhadap hewan, ikan, dan tumbuhan dapat dilakukan secara tepat serta memiliki tingkat akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Kompetensi sumber daya manusia merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga mutu layanan laboratorium. Karena itu, peningkatan kemampuan teknis harus terus dilakukan agar hasil pengujian semakin akurat dan dapat diandalkan," katanya.
Menurut dia, kemampuan petugas dalam menerapkan metode RT-PCR sangat penting, karena pengujian biomolekuler dapat membantu mendeteksi keberadaan agen penyakit secara lebih cepat dan spesifik.
Penguatan kompetensi tersebut dilakukan melalui In House Training (IHT) Penerapan Metode RT-PCR dalam Pengujian Biomolekuler dan diikuti petugas teknis di lingkungan Karantina Maluku.
Ia menjelaskan pelatihan tidak hanya menekankan pemahaman teori, tetapi juga keterampilan teknis dalam setiap tahapan pemeriksaan laboratorium.
Peserta mendapatkan pembekalan mengenai persiapan sampel, proses ekstraksi, amplifikasi, pengoperasian instrumen, interpretasi hasil, hingga penerapan pengendalian mutu pengujian.
"Yang kita harapkan bukan sekadar memahami metode, tetapi peserta mampu menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari, sehingga kualitas hasil pemeriksaan laboratorium semakin baik," ujarnya.
Sejumlah agen penyakit yang menjadi materi pengujian melalui metode RT-PCR, antara lain Viral Nervous Necrosis (VNN), White Spot Syndrome Virus (WSSV), Megalocytivirus, Edwardsiella ictaluri, Salmonella sp., dan Avian Influenza (AI).
Ia mengatakan kemampuan mendeteksi berbagai agen penyakit tersebut memiliki kaitan langsung dengan pelaksanaan fungsi karantina dalam mencegah masuk, keluar dan tersebarnya penyakit hewan dan ikan.
Dengan kemampuan laboratorium yang semakin baik, kata dia, hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar yang lebih kuat dalam menentukan tindakan karantina terhadap komoditas yang berpotensi membawa penyakit.
Ia mendorong peserta untuk membagikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada petugas lainnya, sehingga peningkatan kapasitas tidak berhenti pada peserta pelatihan, tetapi berkembang di seluruh lingkungan kerja BKHIT Maluku.
"Kita ingin terjadi peningkatan kapasitas secara berkelanjutan. Pengetahuan yang diperoleh harus ditularkan kepada rekan kerja agar kemampuan pengujian laboratorium semakin merata," katanya.
Ia menegaskan peningkatan kapasitas laboratorium dan kompetensi tenaga teknis akan terus diarahkan untuk mendukung layanan perkarantinaan yang cepat, tepat, akurat, dan terpercaya.
"Mutu pengujian harus menjadi perhatian bersama, karena hasil laboratorium merupakan bagian penting dalam pengambilan keputusan di bidang perkarantinaan," katanya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.