Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

BKSDA selamatkan induk & anak orangutan dari kepungan karhutla Kalteng

NadiKabar Biro
BKSDA selamatkan induk & anak orangutan dari kepungan karhutla Kalteng
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait BKSDA selamatkan induk & anak orangutan dari kepungan karhutla Kalteng.

Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyelamatkan induk dan anak orangutan yang bertahan di atas pohon di tengah lahan gambut yang baru terbakar di kawasan Jalan Sawit Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur.

“Awalnya kami mendapat laporan dari anggota TNI bernama Husin yang sedang melakukan patroli kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ada satu individu orangutan yang terjebak di areal bekas kebakaran,” kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah di Sampit, Kamis.

Ia menyampaikan laporan tersebut diterima Rabu (2/9) sekitar pukul 11.00 WIB. Pihaknya bersama anggota TNI langsung menuju lokasi memastikan keberadaan satwa dilindungi.

Tim gabungan kemudian melakukan penyelamatan. Setelah induk dan anak orangutan tersebut berhasil diamankan dari atas pohon, keduanya kemudian menjalani pemeriksaan oleh dokter hewan Orangutan Foundation International (OFI).

Rangkaian penyelamatan berlangsung sekitar 47 menit mulai pukul 21.00 WIB hingga 21.47 WIB. Dalam waktu kurang dari satu jam kedua orangutan berhasil dievakuasi dari lokasi yang masih dikepung sisa kebakaran.

“Kalau misalkan sehat, maka orangutan ini akan segera kami lepasliarkan. Biasanya ada dua lokasi yang menjadi pilihan, yakni Taman Nasional Tanjung Puting dan Suaka Margasatwa di Lamandau,” sebutnya.

Induk orangutan tersebut kemudian diberi nama Raya, sedangkan anaknya diberi nama Rayu. Nama itu diberikan berdasarkan lokasi penyelamatan yang berada di kawasan Jalan Sawit Raya.

Sementara itu Dokter Hewan Ichlasul Khaerul mengatakan kondisi Raya dan Rayu secara umum masih baik setelah dievakuasi. “Alhamdulillah, setelah kami melakukan evakuasi, evaluasi dan observasi terhadap orangutan yang kami rescue kondisinya masih terlihat baik,” ucapnya.

Ichlasul menyebutkan kedua satwa itu kemungkinan terpapar asap karena kawasan di sekitar lokasi terdampak kebakaran. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal, dampak paparan asap belum menunjukkan kondisi yang berat.

“Paparan asap tentunya ada karena kami melihat beberapa lokasi terkena dampak kebakaran. Namun kondisinya tidak begitu parah dan masih tergolong rendah,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi orangutan yang masih aktif dan mampu memberikan respons menjadi salah satu indikator awal dampak paparan asap belum berat. Jika mengalami gangguan serius, satwa biasanya akan terlihat lemas dan minim respons saat proses penyelamatan.

Pemeriksaan fisik juga tidak menemukan luka bakar maupun luka terbuka pada tubuh induk dan anak orangutan. Tim tidak menemukan cedera akibat benturan, patahan pohon maupun benda lain selama berada di kawasan terbakar.

Dari hasil pemeriksaan, Raya diperkirakan berusia sekitar 20 tahun dan Rayu yang berjenis kelamin betina diperkirakan baru berusia sekitar satu tahun.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia