Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

BLDF inisiasi "Living Laboratory" mangrove dukung riset berkelanjutan

NadiKabar Biro
BLDF inisiasi "Living Laboratory" mangrove dukung riset berkelanjutan
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait BLDF inisiasi "Living Laboratory" mangrove dukung riset berkelanjutan.

Denpasar - Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) menginisiasi program "Living Laboratory Mangrove" (laboratorium hidup) yang dibarengi dengan penanaman 5.000 bibit pohon sebagai upaya mendukung riset berkelanjutan, konservasi, dan edukasi bagi generasi muda di kawasan pesisir.

Director of Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, mengatakan langkah ini merupakan bentuk dedikasi perusahaan untuk menyediakan ruang terbuka bagi penelitian ekosistem pesisir yang terintegrasi.

"Hari ini kita punya langkah satu lebih jauh. Selain penanaman 5.000 bibit, ada yang kita dedikasikan di lokasi penanaman, yaitu living laboratory mangrove. Ini adalah laboratorium hidup yang didedikasikan sebagai tempat penelitian terkait mangrove dengan target keberhasilan yang tinggi," kata Mutiara di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Pemogan, Denpasar Selatan, Bali, Rabu.

Dalam implementasinya, Mutiara menjelaskan bahwa laboratorium hidup ini menargetkan tingkat keberlanjutan hidup mangrove mencapai 65 persen.

Ia juga menambahkan untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan melakukan pemantauan (monitoring) secara berkala setiap satu hingga dua bulan sekali.

Berdasarkan data Bank Dunia, lanjut Mutiara, Indonesia memiliki ekosistem mangrove terbesar dan paling produktif di dunia dengan luas 3,45 juta hektare atau setara dengan 23 persen dari total luas ekosistem mangrove dunia.

Ia juga mengutip data dari peneliti Daniel M. Alongi yang menyebutkan bahwa ekosistem mangrove secara keseluruhan mampu menyimpan hingga 3,1 miliar ton karbon.

Angka tersebut setara dengan emisi gas rumah kaca dari pemakaian 2,5 miliar kendaraan bermotor selama satu tahun.

"Kita sangat apresiasi kepada semuanya yang melakukan ini. Sebanyak 120 juta masyarakat Indonesia bergantung kepada ekosistem mangrove di sepanjang pantai. Kita adalah negara kepulauan, jadi sangat bergantung terhadap ini," jelas Mutiara.

Mutiara menambahkan BLDF selaras dengan program pemerintah yang telah mencanangkan penanaman mangrove secara masif sejak tahun 2020. Penanaman ini membentang mulai dari pesisir Jawa Tengah hingga Bali.

Melalui konsep Living Laboratory yang berkolaborasi dengan komunitas Simbar Segara tersebut, Djarum Foundation membuka ruang luas bagi para mahasiswa dan Generasi Z (Gen Z) untuk menyumbangkan ide-ide riset yang kreatif.

"Kalian adalah Gen Z, generasi yang bisa menjadi estafet berikutnya untuk menjaga pesisir kita dengan mangrove. Mari kita jadikan penanaman hari ini sebagai awal dari komitmen bersama secara gotong royong," ucap Mutiara.

Ia berharap langkah kecil tersebut tidak sekadar menjadi harapan, melainkan dapat diwujudkan menjadi laboratorium hidup yang mumpuni, berfungsi dengan baik, dan memberikan perlindungan nyata bagi kawasan pesisir di masa depan.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia