Temanggung - Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mendorong peningkatan keterampilan masyarakat melalui pelatihan pertanian sistem hidroponik yang baru dilakukan untuk pertama kalinya.
Kepala BLK Disperinaker Kabupaten Temanggung Fidian Ernawati di Temanggung, Sabtu, menyampaikan program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian, khususnya dalam pengembangan "rumah hijau" dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Pendaftaran peserta pelatihan telah dibuka pada 10-28 Agustus 2026, kemudian seleksi pada 31 Agustus 2026 , kemudian pengumuman dan daftar ulang pada 3-4 September 2026, sementara pelaksanaan pelatihan pada 7 September -1 Oktober 2026.
Ia menjelaskan pengembangan fisik "rumah hijau" berada di bawah tanggung jawab Dinas Pertanian. Sementara itu, BLK berperan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan.
"Dari awal kami memang diminta untuk berkolaborasi dengan penerima hibah 'greenhouse' melalui Dinas Pertanian. Fisiknya turun ke Dinas Pertanian, sedangkan pelatihan SDM-nya di BLK," katanya.
Selain pelatihan hidroponik, dengan dana Rp300 juta dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), BLK Temanggung tahun ini juga menyelenggarakan pelatihan finishing mebel, desain grafis dan sablon, pengelasan, makanan kekinian, dan servis sepeda motor sistem injeksi dengan masing-masing peserta 16 orang.
Menurut dia, program pelatihan yang dilaksanakan BLK tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). BLK juga mengakomodasi berbagai program yang mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kami harus update kebutuhan, baik berskala nasional maupun daerah. Jadi kami harus berkolaborasi untuk melihat apa yang menjadi program prioritas nasional dan kemudian digabungkan dengan apa yang menjadi prioritas daerah," katanya.
Pelatihan hidroponik menjadi salah satu bentuk dukungan BLK terhadap visi dan misi Bupati Temanggung. Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan dasar yang dibiayai melalui DBHCHT, tetapi dapat berlanjut dengan program peningkatan keterampilan melalui dukungan APBN.
"Kami mengusulkan proposal untuk pelatihan hidroponik lanjutan, sehingga tidak hanya mengandalkan APBD," katanya.
Ia berharap pelatihan hidroponik diharapkan tidak sekadar memberikan keterampilan teknis kepada peserta, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.