Banda Aceh - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh memprakirakan sebagian wilayah Aceh berpotensi dilanda hujan lebat disertai angin kencang dalam dua hari ke depan.
"Sebagian wilayah Aceh masih berpotensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai angin kencang hingga Sabtu (5/9)," kata Prakirawan BMKG Aceh, Fitriana Nur, saat dikonfirmasi dari Banda Aceh, Kamis.
Dia menyebutkan wilayah Aceh yang berpotensi diguyur hujan lebat hingga angin kencang pada Kamis yakni Kabupaten Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, dan Aceh Tamiang.
Kemudian, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Simeulue, dan Kabupaten Nagan Raya.
Lalu pada Jumat (4/9) melanda Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, dan Pidie.
Selanjutnya pada Sabtu (5/9), hujan lebat disertai angin kencang diprediksi melanda Aceh Besar, Aceh Timur, Bireuen, Gayo Lues, Pidie dan Pidie Jaya.
Fitriana menjelaskan, potensi cuaca tersebut dipengaruhi aktifnya gelombang ekuatorial Rossby di wilayah Aceh dan gelombang Kelvin di sebagian besar Pulau Sumatera.
Kemudian, adanya daerah belokan angin dan konvergensi dapat mendukung aktivitas konvektif di wilayah Aceh. Gelombang Madden-Julian Oscillation secara spasial juga diprakirakan aktif di Aceh.
"Suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatera dan perairan timur Aceh juga berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di Aceh," ujarnya.
Maka dari itu, BMKG mengingatkan kepada masyarakat untuk mewaspadai hujan yang terjadi dengan intensitas sedang, lebat dan tiba-tiba pada sore sampai malam akibat pemanasan intens pada siang hari.
"Selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan terutama saat berkendara dalam keadaan cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir dan tanah longsor," demikian Fitriana.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.