Kabupaten Sigi - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Palu mengimbau masyarakat untuk tidak panik dalam merespons informasi yang beredar mengenai potensi gempa megathrust di Sulawesi Tengah.
"Jadi, isu mengenai megathrust pada dasarnya merujuk pada energi gempa bumi terkumpul yang tertahan di dalam bumi," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu Djati Cipto Kuncoro di Sigi, Selasa.
Ia mengemukakan adanya gempa-gempa berskala kecil yang kerap melanda wilayah Kota Palu dan Sulawesi Tengah secara teori justru membantu melepaskan energi tersebut secara bertahap.
"Secara teori, dengan adanya gempa-gempa kecil ini, energi itu sudah mulai dilepaskan pelan-pelan. Sehingga, rasa ketakutan kita terhadap megathrust itu diharapkan tidak begitu dahsyat," ucapnya.
Menurut dia, pihaknya tidak bisa memastikan atau meramalkan secara pasti gempa bumi terjadi di masa mendatang.
Ia menyebutkan khususnya wilayah Sulawesi Tengah berada di jalur rawan bencana gempa bumi.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu simpang siur, melainkan terus meningkatkan kesiapsiagaan mandiri dalam menghadapi potensi bencana," sebutnya.
Cipto menjelaskan fenomena kebencanaan seperti megathrust wajib disikapi sebagai bentuk edukasi dan peningkatan kewaspadaan.
"Harapannya seluruh masyarakat semakin siap dan tanggap, sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian material saat bencana terjadi dapat diminimalkan," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Palu bahwa total kejadian gempa bumi di Kabupaten Sigi dan sekitarnya tahun 2021-2026 sebanyak 3.596 kali.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.