Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, berdasarkan hasil kajian cepat, sekitar 15 kepala keluarga (KK) terdampak gempa magnitudo (M) 5,5 yang mengguncang wilayah Kabupaten Halmahera Tengah pada Selasa (1/9).
"Sementara itu, hasil pendataan sementara mencatat sekitar 15 unit rumah mengalami rusak ringan serta satu unit fasilitas kesehatan mengalami kerusakan ringan. Adapun data tersebut masih dalam proses verifikasi dan asesmen lapangan untuk memastikan jumlah kerusakan maupun kemungkinan dampak lainnya," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Rabu.
Berton mengatakan gempa tersebut telah menimbulkan kerusakan pada sejumlah bangunan di wilayah terdampak. Sejak kejadian gempa hingga hari ini, BPBD Kabupaten Halmahera Tengah melakukan pemantauan kondisi wilayah dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta kepala desa di Kecamatan Patani dan Patani Utara.
Selain itu, katanya, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga telah melakukan asesmen terhadap dampak gempa sekaligus memantau perkembangan situasi di lapangan. Perkembangan penanganan dan kondisi wilayah dilaporkan secara berkala kepada Bupati Halmahera Tengah.
Berton menyebutkan, Hingga hari ini kondisi masyarakat secara umum masih dalam pemantauan tim lapangan. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan kondisi bangunan serta kebutuhan masyarakat terdampak.
"Masyarakat juga diimbau tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan dan tidak menempati bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang," katanya.
Berdasarkan informasi awal, gempa M 5,5 tersebut berlokasi sekitar 65 kilometer tenggara Halmahera Tengah, 84 kilometer tenggara Maba, dan 116 kilometer tenggara Weda. Pusat gempa berada di laut pada koordinat 0,26 derajat Lintang Utara dan 128,92 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan gempa yang berpusat di laut dengan kedalaman 10 kilometer tersebut dirasakan lemah hingga sedang oleh masyarakat di Kecamatan Patani dan Patani Utara. Berdasarkan parameter gempa yang diinformasikan, kejadian tersebut tidak berpotensi tsunami.
Pihaknya mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan agar sementara menghindari bagian bangunan yang retak atau berpotensi roboh.
Masyarakat juga diharapkan menyiapkan langkah evakuasi secara mandiri, memastikan jalur keluar rumah tidak terhalang, serta mengamankan dokumen penting dan kebutuhan dasar keluarga sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
"BNPB bersama BPBD dan unsur terkait akan terus memantau perkembangan kondisi di Kabupaten Halmahera Tengah serta memperbarui informasi berdasarkan hasil asesmen dan verifikasi di lapangan," katanya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.