Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

BNPB: OMC di Kalteng belum menghasilkan hujan

NadiKabar Biro
BNPB: OMC di Kalteng belum menghasilkan hujan
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait BNPB: OMC di Kalteng belum menghasilkan hujan.

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan di Kalimantan Tengah belum menghasilkan hujan karena pertumbuhan awan di atmosfer wilayah tersebut sangat rendah.

Pl Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Rabu, mengatakan OMC sempat dilakukan satu kali dengan menyebarkan 800 kilogram garam selama dua jam delapan menit sebagai bagian dari upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah masih mengandalkan operasi darat dan udara," kata dia.

Dia mengungkapkan bahwa operasi darat dilakukan oleh sekitar 10.700 personel satuan tugas di 10 kabupaten/kota, yakni Palangka Raya, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Kapuas, Pulang Pisau, Lamandau, Barito Utara, Barito Selatan, dan Gunung Mas.

Sementara itu, operasi udara menggunakan dua armada dengan durasi penerbangan selama tiga jam 12 menit.

BNPB mencatat tidak dilakukan water bombing pada operasi tersebut sehingga tidak ada air yang dicurahkan dari udara untuk pemadaman.

Meski demikian, kata dia, sampai dengan 1 September 2026 tercatat 50 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 77 hektare, sedangkan lahan yang berhasil dipadamkan mencapai lebih dari 48 hektare.

Berton menambahkan bahwa empat helikopter berada dalam kondisi siaga, sedangkan satu helikopter water bombing menjalani perawatan. Pemeliharaan dilakukan untuk memastikan kesiapan mesin dan operator ketika armada kembali dibutuhkan dalam penanganan karhutla.

"Kondisi karhutla juga berdampak pada kualitas udara di wilayah terdampak, Kalteng. BNPB mencatat kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat dengan jarak pandang sekitar tiga kilometer," cetusnya.

Dia memastikan, meski kondisi cuaca dan kualitas udara terdampak asap, aktivitas masyarakat di Kalimantan Tengah tetap berjalan seperti biasa, termasuk kegiatan belajar mengajar juga masih dilaksanakan secara tatap muka.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia