Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

BNPB perkuat operasi darat dan udara tangani karhutla di enam provinsi

NadiKabar Biro
BNPB perkuat operasi darat dan udara tangani karhutla di enam provinsi
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait BNPB perkuat operasi darat dan udara tangani karhutla di enam provinsi.

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat operasi darat dan udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP. Panjaitan mengatakan operasi darat dilakukan melalui patroli dan pengecekan lapangan (ground check) untuk memetakan titik panas maupun titik api.

“Strategi kita untuk menanggulangi karhutla ini ada dua cara. Yang pertama melalui operasi darat,” kata Berton di Jakarta, Senin.

Menurut dia, hasil patroli dan pengecekan lapangan menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan setelah api berhasil dipadamkan.

Untuk memastikan ketersediaan air di lokasi kebakaran, Satgas Darat juga melakukan penyekatan area, pembuatan sumur, serta kanal baru agar sumber air lebih dekat dengan titik api maupun titik panas.

BNPB juga mulai memperkuat penjagaan di sejumlah wilayah terdampak guna mencegah munculnya titik api baru akibat tindakan pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, operasi udara dilakukan melalui patroli, modifikasi cuaca, dan penyemaian air menggunakan helikopter (water bombing).

Berton mengatakan saat ini terdapat 53 unit armada udara yang dikerahkan untuk penanganan karhutla. Sebanyak 19 unit digunakan untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca, sedangkan 34 unit lainnya dikerahkan untuk operasi water bombing.

“Di provinsi-provinsi prioritas seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Barat dilakukan operasi modifikasi cuaca maupun patroli udara maupun helikopter water bombing,” katanya.

Salah satu bentuk koordinasi operasi udara dan darat dilakukan melalui pemantauan dari udara di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Hasil pemantauan tersebut kemudian disampaikan kepada Satgas Darat untuk menentukan langkah penanggulangan di lokasi yang terpantau memiliki titik api.

Untuk mengantisipasi ketersediaan air di darat, Satgas Darat terus melakukan kanalisasi, penggalian sumur bor, dan penyekatan di sejumlah titik agar sumber air dapat lebih mudah dijangkau dan digunakan untuk pemadaman.

Selain water bombing, Satgas Udara juga menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan mempertimbangkan keberadaan bibit awan di atmosfer. Menurut Berton, setiap potensi untuk mengoptimalkan terjadinya hujan akan dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia