Jakarta - Penggunaan cairan povidone iodine pada luka jahitan tidak selalu diperlukan. Perawatan luka setelah operasi atau tindakan medis umumnya disesuaikan dengan kondisi luka dan instruksi tenaga kesehatan.
Povidone iodine merupakan antiseptik yang memiliki aktivitas terhadap berbagai mikroorganisme dan digunakan untuk keperluan tertentu pada kulit maupun luka.
Namun, penggunaannya pada luka yang sudah dijahit sebaiknya tidak dilakukan sembarangan karena kebutuhan perawatan bergantung pada jenis luka dan proses penyembuhannya.
1. Tidak selalu perlu digunakan pada luka jahitan
Luka jahitan yang bersih dan sedang dalam proses penyembuhan biasanya tidak membutuhkan pemberian antiseptik secara rutin tanpa anjuran dokter. Beberapa panduan perawatan luka pascaoperasi justru menyarankan agar pasien tidak menggunakan antiseptik atau krim yang tidak diresepkan pada luka.
Perawatan yang dianjurkan dapat berupa menjaga luka tetap bersih dan mengikuti petunjuk dokter mengenai kapan perban harus diganti serta kapan luka boleh terkena air.
2. Povidone iodine dapat digunakan pada kondisi tertentu
Povidone iodine memang memiliki fungsi sebagai antiseptik dan dalam kondisi tertentu dapat digunakan untuk perawatan luka. Namun, pemakaiannya perlu mempertimbangkan jenis luka, kondisi kulit dan tujuan penggunaannya. Beberapa formulasi berbahan povidone iodine juga digunakan sebagai balutan untuk luka tertentu yang mengalami kolonisasi atau infeksi lokal.
Artinya, keberadaan jahitan tidak otomatis membuat povidone iodine harus digunakan.
3. Jangan mengoleskannya berulang kali tanpa petunjuk
Penggunaan antiseptik secara berlebihan bukan berarti luka akan lebih cepat sembuh. Beberapa panduan perawatan luka bahkan menyarankan agar antiseptik tidak digunakan kecuali memang direkomendasikan tenaga kesehatan.
Karena itu, pasien sebaiknya mengikuti instruksi dokter atau perawat yang menangani luka, terutama jika jahitan berasal dari operasi.
4. Perawatan luka jahitan lebih mengutamakan kebersihan
Pasien perlu mencuci tangan sebelum menyentuh area luka dan menghindari memegang atau menggosok bagian jahitan secara langsung. Pada sejumlah jenis luka operasi, pasien dapat membersihkan area tersebut sesuai petunjuk tenaga kesehatan dan menghindari perendaman sampai luka dinyatakan cukup sembuh.
Jangan pula menarik benang jahitan atau mengoleskan obat lain tanpa mengetahui apakah produk tersebut sesuai untuk luka.
5. Perhatikan tanda-tanda infeksi
Luka jahitan perlu diperiksa apabila muncul tanda yang mengarah pada infeksi, seperti kemerahan yang semakin meluas, rasa sakit yang bertambah, pembengkakan, keluarnya cairan atau nanah, bau tidak sedap, maupun demam.
Dalam kondisi tersebut, penggunaan povidone iodine sendiri tidak cukup untuk menentukan penanganan. Pasien sebaiknya mendapatkan pemeriksaan tenaga kesehatan agar penyebab dan tingkat infeksi dapat diketahui.
6. Ada kondisi yang membutuhkan perhatian khusus
Povidone iodine tidak cocok untuk semua orang. Reaksi terhadap produk atau kandungannya perlu diperhatikan. Penggunaan produk yang mengandung iodine juga perlu dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan pada kondisi tertentu, terutama jika terdapat riwayat sensitivitas atau masalah kesehatan yang dapat dipengaruhi oleh iodine.
7. Jadi, boleh atau tidak?
Povidone iodine bisa digunakan pada kondisi luka tertentu, tetapi tidak dianjurkan menggunakannya secara rutin pada luka jahitan tanpa arahan tenaga kesehatan. Untuk luka jahitan yang bersih dan tidak menunjukkan tanda infeksi, fokus utama adalah menjaga luka tetap bersih, mengikuti instruksi perawatan, serta tidak menggunakan produk tambahan secara sembarangan.
Jika dokter memang memberikan povidone iodine untuk luka tertentu, penggunaannya harus mengikuti jenis produk, konsentrasi, cara dan lama pemakaian yang dianjurkan.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.