Jakarta - Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mendukung langkah Telkomsel dalam memperkuat fokus bisnis berbasis akal imitasi (AI), sebagai salah satu pendorong pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
“Karena lawannya bukan kita, lawannya adalah future. Mari kita diskusikan apa yang bisa di-sharing, juga enggak ada masalah, tapi kita bikin industrinya sehat,” ujar Dony dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Selasa.
Dony meyakini langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi fundamental Telkomsel, dari semata-mata penyedia layanan konektivitas data menuju pemain yang semakin aktif dalam ekosistem ekonomi digital berbasis AI.
Transformasi tersebut turut membuka peluang bagi Telkomsel untuk mengembangkan model bisnis baru seiring meningkatnya kebutuhan terhadap teknologi AI.
Ke depan, perkembangan industri telekomunikasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyediakan jaringan dan konektivitas, tetapi juga oleh kesiapan perusahaan dalam menangkap peluang teknologi masa depan.
Dalam pertemuannya dengan direksi Telkomsel, Dony menekankan pentingnya perusahaan teknologi dan telekomunikasi untuk tetap lincah dalam menghadapi perkembangan zaman yang bergerak semakin cepat.
Menurut Dony, tantangan utama industri telekomunikasi ke depan bukan semata persaingan antarpelaku usaha, melainkan kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan masa depan.
Kolaborasi antarpelaku industri pun menjadi penting untuk membangun ekosistem yang sehat dan mampu menghadapi disrupsi.
Melalui penguatan bisnis berbasis AI, Telkomsel diharapkan dapat mempercepat transformasi sekaligus memperluas sumber pertumbuhan baru.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya membangun industri telekomunikasi yang lebih adaptif, inovatif, dan siap menghadapi perubahan teknologi di masa depan.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.