Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

BPBD: Luas lahan terbakar di Batang Hari capai 479,48 hektare

NadiKabar Biro
BPBD: Luas lahan terbakar di Batang Hari capai 479,48 hektare
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait BPBD: Luas lahan terbakar di Batang Hari capai 479,48 hektare.

Jambi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang Hari, Jambi, mencatat luas lahan yang terbakar di wilayah tersebut mencapai 479,48 hektare hingga posisi 2 September 2026.

Peristiwa kebakaran lahan dan hutan tersebut, sejak Januari sampai September 2026 dengan total mencapai 479,48 hektare, kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Hari, Sholihin di Muara Bulian, Kamis.

"Angka itu berdasarkan data yang dihimpun tim di lapangan dari sejumlah lokasi kejadian kebakaran yang tersebar di kecamatan,"katanya.

Berdasarkan data dapat diketahui, luas lahan yang terbakar itu dengan rincian yaitu pada Januari seluas 4,3 hektare, Februari 1,6 hektare, Maret 13,7, April, 2,6 hektare, Mei 0,8 hektare, Juni 8,6 hektare, Juli 16,2 hektare, Agustus seluas 429 hektare dan September 3,5 hektare.

Peristiwa karhutla, selain merusak lahan, juga berdampak terhadap kondisi kualitas udara di wilayah Muara Bulian. Kabut asap masih menjadi persoalan seiring tingginya konsentrasi partikulat halus PM2,5 di udara.

Berdasarkan hasil pengukuran UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batang Hari, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Muara Bulian tercatat berada di angka 176 untuk parameter PM2,5.

Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Kabupaten Batang Hari Meyrina mengatakan hasil pengukuran tersebut berlaku untuk periode 2 September sampai 3 September 2026.

Dengan angka 176, kualitas udara berada pada rentang 101–200 atau masuk dalam kategori tidak sehat.

“Kondisi itu menunjukkan kualitas udara masih berpotensi memberikan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat,” ujar Meyrina.

Dalam pengukuran tersebut, suhu udara tercatat 28,6 derajat Celsius, kelembapan 66 persen, dan tekanan udara mencapai 1.009,3 mbar. Sementara parameter pencemar lainnya, seperti PM10, SO2, CO, O3, NO2, dan HC, tidak menampilkan angka dalam hasil pengukuran tersebut.

Atas kondisi tersebut, Meyrina mengimbau masyarakat, terutama kelompok yang sensitif terhadap pencemaran udara, untuk meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap memburuk serta selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia