Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan regulasi yang adaptif adalah langkah proaktif Indonesia untuk menyambut perkembangan pengobatan presisi dan Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP) agar dapat berkembang dengan tetap menjamin keamanan, efikasi, dan mutu.
Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta, Senin, mengatakan percepatan regulasi merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi kesehatan yang mampu menjawab perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus kebutuhan masyarakat.
Namun percepatan tersebut tetap harus berjalan dengan prinsip kehati-hatian dan pengawasan yang kuat untuk memastikan produk yang dikembangkan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
“BPOM secara aktif mendukung inovasi dalam negeri melalui jalur regulasi khusus di setiap tahapan pengembangan produk, yang mengacu pada Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penilaian Produk Terapi Advanced dan Peraturan BPOM Nomor 24 Tahun 2025 tentang Persetujuan Pengembangan Obat Baru,” ujar Taruna Ikrar.
Karena itu BPOM terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, regulator, industri, perguruan tinggi, dan fasilitas pelayanan kesehatan, untuk memperkuat ekosistem inovasi kesehatan nasional. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat hilirisasi hasil riset menjadi produk kesehatan yang aman, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi upaya mendukung transformasi kesehatan berbasis bioteknologi.
Dia menekankan pentingnya kolaborasi dengan industri dan pemanfaatan sains, termasuk data genomik melalui Biomedical and Genome Science Initiative (BGSI) untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional serta mempersiapkan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi kesehatan generasi baru.
Hal itu dia sampaikan Menkes dalam forum diskusi terkait pendiri Kalbe Farma, Dr. Boenjamin Setiawan. Forum yang dihadiri 200 dokter, peneliti, akademisi, perwakilan pemerintah, serta pemangku kepentingan kesehatan membahas perkembangan terkini tentang precision medicine, immune cell therapy, dan gene editing, sekaligus menguatkan sinergi lintas sektor untuk mempercepat penerapan inovasi kesehatan berbasis penelitian di Indonesia
Sementara itu Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Irawati Setiady mengatakan pihaknya akan terus menjadi bagian dari ekosistem yang mempertemukan sains, inovasi, dan kolaborasi agar kemajuan teknologi kesehatan dapat memberikan manfaat nyata bagi pasien dan masyarakat Indonesia.
Melalui kehadiran BPOM dalam forum ilmiah tersebut, kolaborasi lintas sektor diharapkan semakin kuat dalam mengawal perkembangan teknologi kesehatan generasi baru.
BPOM berkomitmen untuk terus menghadirkan regulasi yang adaptif dan responsif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan, sekaligus memastikan setiap inovasi yang dikembangkan tetap memenuhi prinsip keamanan, efikasi, dan mutu untuk memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Indonesia.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.