Brasilia - Brasil pada Senin (31/8) kembali menyatakan ketidakpuasannya terhadap tarif yang dikenakan Amerika Serikat (AS) pada produk-produk Brasil, dan mengatakan bahwa tarif tersebut "tidak beralasan dan tidak sesuai" dengan aturan perdagangan internasional.
Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira dan Menteri Pembangunan, Perindustrian, Perdagangan, dan Jasa Brasil Marcio Elias Rosa menyampaikan ketidakpuasan tersebut dalam sebuah pertemuan virtual dengan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.
Dalam pernyataan bersama, kedua kementerian Brasil itu mengatakan bahwa Brasil diperlakukan secara tidak adil dan alasan yang disampaikan oleh Washington dalam penyelidikan berdasarkan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan 1974 AS tidak mencerminkan praktik Brasil yang sebenarnya.
Terlepas dari perbedaan tersebut, kedua negara sepakat untuk melanjutkan perundingan. Pertemuan teknis, baik secara virtual maupun tatap muka, akan digelar dalam beberapa pekan mendatang, yang kemudian dilanjutkan dengan pertemuan tingkat menteri lainnya untuk mengevaluasi perkembangan.
Pemerintah Brasil mengatakan akan terus mengupayakan kesepakatan yang "seimbang dan saling menguntungkan" dengan AS melalui dialog dan penghormatan terhadap kedaulatan nasional.
Pertemuan virtual pada Senin tersebut berlangsung setelah percakapan telepon antara Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Presiden AS Donald Trump pada 21 Agustus. Dalam percakapan telepon itu, Lula kembali mempertanyakan pemberlakuan tarif, sementara Trump mengusulkan dimulainya kembali perundingan.
Pada Juli, Kantor Perwakilan Dagang AS memberlakukan bea tambahan sebesar 25 persen terhadap sejumlah produk Brasil setelah melakukan peninjauan selama hampir setahun. Bea tambahan sebesar 12,5 persen kemudian diberlakukan terhadap lebih banyak lagi produk Brasil.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.