Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

BRI: Kredit UMKM Rp1.235,4 T per Juni, tetap dominan dalam portofolio

NadiKabar Biro
BRI: Kredit UMKM Rp1.235,4 T per Juni, tetap dominan dalam portofolio
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait BRI: Kredit UMKM Rp1.235,4 T per Juni, tetap dominan dalam portofolio.

Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk (BRI) mencatat kredit UMKM tetap dominan di dalam portofolio perseroan dengan penyaluran sebesar Rp1.235,4 triliun hingga akhir triwulan II 2026 atau tumbuh 8,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Dengan besaran tersebut, komposisi kredit UMKM mencapai 75,1 persen terhadap total kredit perseroan yang mencapai Rp1.645,5 triliun pada akhir triwulan II 2026.

“Sebagai bank yang memiliki fokus di UMKM dan ekonomi kerakyatan, BRI tetap mempertahankan dominasi UMKM di dalam portofolio kredit BRI,” kata Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Meski begitu, Achmad menambahkan bahwa perseroan juga melakukan diversifikasi portofolio melalui pertumbuhan pada segmen konsumer, small, medium, komersial dan korporasi.

Khusus untuk segmen konsumer, sampai dengan akhir Juni 2026, kredit konsumer BRI tercatat sebesar Rp236,9 triliun atau tumbuh 8,9 persen (yoy) dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp217,6 triliun.

Jika dirinci, kontributor utama pertumbuhan kredit konsumer BRI yaitu kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 12 persen (yoy), BRI Multiguna tumbuh 9,5 persen (yoy) dan kredit kendaraan bermotor (KKB) tumbuh 404,3 persen (yoy).

Achmad mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa segmen konsumer tetap menjadi salah satu sumber pertumbuhan yang penting bagi perseroan, terutama karena didukung oleh basis nasabah BRI yang luas.

“BRI melihat ruang pertumbuhan kredit konsumer masih sangat besar. Kami akan terus mengoptimalkan potensi dari BRIGuna, pembiayaan perumahan melalui BRI KPR, BRI KKB, maupun berbagai produk consumer loan lainnya,” kata dia.

Per akhir Juni 2026, rasio non-performing loan (NPL) BRI mengalami perbaikan menjadi 2,9 persen. Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti menjelaskan penurunan rasio NPL menunjukkan bahwa strategi pengelolaan risiko yang dijalankan BRI selama satu tahun terakhir ini berjalan efektif.

Perseroan menerapkan strategi selective growth, antara lain melalui perbaikan pipeline, penguatan early warning system, serta optimalisasi fungsi collection dan recovery.

“Dengan demikian, fungsi risk management secara utuh diharapkan semakin efektif dalam mengawal pertumbuhan,” kata Ety.

Ia menambahkan perbaikan kualitas kredit juga terlihat dari penurunan rasio loan at risk (LAR) dari 9,6 persen per akhir Desember 2025 menjadi 9,1 persen pada akhir triwulan II 2026. Penurunan ini, ujar Ety, mencerminkan semakin membaiknya kualitas booking pada kredit baru.

Selain itu, perbaikan kualitas aset tersebut tercermin dalam penurunan cost of credit (CoC) dari 3,4 persen pada akhir 2025 menjadi 3,1 persen pada akhir triwulan II 2026.

Ety mengatakan sebaran jaringan yang luas turut mendukung kemampuan perseroan dalam mendiversifikasi portofolio dan risiko sehingga perseroan relatif memiliki daya tahan yang lebih baik menghadapi dinamika kondisi ekonomi saat ini.

Selain itu, imbuh dia, terjaganya kualitas kredit BRI juga menegaskan bahwa model bisnis UMKM, yang berdampak sosial dalam mendorong ekonomi kerakyatan, juga tetap dapat dikelola dengan manajemen risiko yang memadai.

“Dengan demikian, segmen UMKM tetap menjadi core bisnis kami dan menjadi mandat strategis dalam mendukung inklusi keuangan, tapi juga menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan kinerja BRI,” kata Ety.

Adapun BRI membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun per akhir triwulan II 2026, tumbuh sebesar 17,5 persen (yoy).

Total kredit yang tumbuh sebesar 16,2 persen (yoy) menjadi Rp1.645,5 triliun. Sementara dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.580,7 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 6,7 persen (yoy).

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia