Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

BTN gelar akad kredit massal pemilikan rumah bersubsidi di Jambi

NadiKabar Biro
BTN gelar akad kredit  massal pemilikan rumah bersubsidi di Jambi
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait BTN gelar akad kredit massal pemilikan rumah bersubsidi di Jambi.

Muaro Jambi, Jambi - PT Bank Tabungan Negara (BTN) menggelar akad kredit massal sebanyak 250 unit program kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi dipusatkan di Perumahan Grand Citra Asri Pudak, Desa Kasang Pudak Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi.

"Terima kasih kepada Bapak Presiden, telah memberikan kebijakan dari sisi pembiayaan, dengan bunga lima persen sepanjang tenor, kemudahan mengangsur kepada masyarakat melalui bantuan subsidi," kata Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar di Muaro Jambi, Sabtu.

Hirwandi menjelaskan program rumah bersubsidi memberikan kesempatan kepada masyarakat Jambi untuk mendapatkan hunian berkelas dengan bunga ringan dan jangka waktu angsuran panjang, mulai dari 10 hingga 40 tahun.

Program tersebut sekaligus menjawab selisih kebutuhan dan ketersediaan rumah (backlog) khususnya di Kabupaten Muara Jambi dan Kota Jambi.

Berdasarkan data, dua wilayah tersebut hingga saat ini terjadi backlog sekitar 130 ribu. Kekurangan itu menjadi peluang bagi pengembang dan perbankan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan rumah subsidi berkualitas dengan harga terjangkau.

Menurut dia, BTN sebagai bagian dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sejak 1976 telah memiliki komitmen, mendukung penyaluran kredit perumahan. Tercatat selama periode itu hingga saat ini, BTN telah menyalurkan 6 juta KPR untuk masyarakat.

Selama 2026, hingga Agustus, BTN telah menyalurkan 100 ribu unit. Dari angka itu, 70 persen merupakan program kredit pemilikan rumah bersubsidi.

"Tantangan masih banyak masyarakat yang belum punya rumah, saya berharap dimulai dari dari Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi menyiapkan data by name by address supaya bisa dibantu dari sisi pembiayaan dari kami," ungkap Hirwandi.

Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan bahwa pemerintah kota siap menjalin kolaborasi bersama Kabupaten Muaro Jambi dari sisi perlengkapan fasilitas dasar untuk menunjang pembangunan rumah bersubsidi.

Menurut dia, ketersediaan rumah subsidi baik di pinggir kota maupun yang berada di perbatasan wilayah, sangat membantu bagi masyarakat.

Apalagi, kedua kepala daerah telah menjalin kesepakatan hadir untuk kolaborasi dari sisi peningkatan infrastruktur jalan, air bersih dan tata kelola sampah.

"Pelayanan dasar tidak mengenal batas wilayah, kami memfasilitasi bangunan perbatasan, seperti tata kelola sampah dan air bersih, ini bentuk aglomerasi, tren peningkatan rumah harus dibarengi dengan pembangunan fasilitas dasar," ungkap Maulana.

Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno di sela-sela program akad kredit massal itu menyampaikan bahwa wilayahnya saat ini merupakan kawasan pengembangan hunian.

Warga yang mengambil manfaat dari program rumah subsidi, pada dasarnya merupakan warga Kota Jambi dan Muaro Jambi.

Untuk itu, ia memastikan terus mendukung pembangunan rumah bersubsidi di wilayahnya untuk mewujudkan program tiga juta rumah yang dirancang oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Muaro Jambi memberikan daya dukung ketersediaan lahan, infrastruktur. Kita sama sama (Kota dan Muaro Jambi) saling bahu membahu mengurangi backlog ketersediaan hunian di Provinsi Jambi," ungkapnya.

Pendiri (founder) LIP House Jambi, Raymond Tanoto mengatakan bahwa program hari ini pihaknya bersama BTN meluncurkan program serah terima kunci serentak yang dikemas dalam program "250 dreams unlocked".

"Kita membantu 250 orang menerima rumah khusus hari ini, kami melihat potensi jambi ke depannya sangat bagus," kata Raymond.

Ia menjelaskan, pihaknya saat ini telah berhasil membangun 800 unit rumah bersubsidi di lima lokasi, terbesar di wilayah Kasang Pudak, Mendalo (Muaro Jambi) dan Liposos, Kenali dan Simpang Rimbo (Kota Jambi).

Dengan mengusung konsep, rumah empat musim, konsep gen-z, rumah menantu dan mertua, dan teletubis, dari total yang dibangun, saat ini tinggal tersisa 150 unit.

Tingginya minta masyarakat untuk mendapatkan rumah bersubsidi, menurut dia, tidak terlepas dari konstruksi bangunan, dan fasilitas yang mendukung.

Untuk itu, sejak awal perencanaan pembangunan, pihaknya selalu memikirkan konsep yang tepat, agar penghuni tidak bosan berada di dalam lingkungan perumahan.

"Rumah bukan hanya tempat kita tinggal, tapi untuk memulai hidup. Program kita ini sejalan dengan program tiga juta rumah, membantu masyarakat Indonesia, menikmati hidup dan infrastruktur yang berkualitas," tutupnya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia