Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Budaya gotong royong lewat koperasi ciptakan ekonomi kerakyatan

NadiKabar Biro
Budaya gotong royong lewat koperasi ciptakan ekonomi kerakyatan
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Budaya gotong royong lewat koperasi ciptakan ekonomi kerakyatan.

Jakarta - Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Teguh Eko Prastyono menilai budaya gotong royong melalui koperasi menjadi salah satu kekuatan utama masyarakat Indonesia, khususnya dalam menciptakan ekonomi kerakyatan.

"Budaya gotong royong itu tercermin di koperasi. Koperasi merupakan salah satu bentuk nyata kebersamaan masyarakat," kata Eko di Jakarta, Selasa.

Menurut Eko yang juga Ketua Umum Gerakan Kebudayaan Tradisi Nusantara (GUNTUR), budaya Nusantara memiliki kekayaan yang sangat luas.

Selain itu, budaya Nusantara tidak hanya berkaitan dengan kesenian. Budaya juga mencakup adat istiadat dan bahasa yang berkembang di berbagai daerah.

"Budaya Nusantara itu meliputi kesenian, adat istiadat, dan bahasa. Semuanya merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama," kata Eko.

Lebih lanjut, Eko menyebut semangat gotong royong perlu terus diperkuat di tengah perkembangan zaman. Nilai tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat.

Gerakan budaya, kata Eko, harus mampu menjembatani tradisi dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan kesenian. Adat istiadat dan bahasa daerah juga perlu mendapat ruang dalam kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, GUNTUR mendorong masyarakat untuk mengenali kembali berbagai tradisi yang menjadi identitas daerah. Upaya tersebut penting agar budaya Nusantara tidak kehilangan akar di tengah perubahan zaman.

"Koperasi dan gerakan budaya memiliki titik temu pada semangat kebersamaan. Keduanya dapat berkembang ketika masyarakat memiliki kepedulian dan kemauan untuk bekerja bersama," ucap Eko.

Eko berharap gerakan budaya dapat menjadi ruang untuk memperkuat persatuan masyarakat. Nilai gotong royong juga diharapkan tidak berhenti sebagai warisan masa lalu.

Semangat tersebut perlu diwujudkan dalam berbagai aktivitas sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Dengan demikian, budaya Nusantara tetap hidup dan relevan bagi generasi berikutnya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia