Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Bukan sekadar pertunjukan robot di "olimpiade robot"

NadiKabar Biro
Bukan sekadar pertunjukan robot di "olimpiade robot"
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Bukan sekadar pertunjukan robot di "olimpiade robot".

Beijing - Lima robot berdiri sejajar di lintasan lari 100 meter. Sesaat setelah tanda start dibunyikan, seluruhnya melesat kencang layaknya pelari profesional. Namun, beberapa detik kemudian, kendala utama mulai terlihat.

Satu robot keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu 8,64 detik, jauh melampaui rekor dunia lari 100 meter manusia, 9,58 detik.

Sayangnya, kecepatan tinggi tersebut tidak diimbangi kemampuan berhenti yang sempurna. Matras biru berukuran besar terpaksa ditempatkan di ujung lintasan sebagai penahan terakhir.

Dampaknya cukup dramatis. Tiga robot langsung tersungkur ke lintasan setelah terpental dari matras. Satu robot berjuang keras mempertahankan posisi berdirinya. Sementara itu, robot di lintasan lima justru mengeluarkan percikan api dan terbakar, sehingga petugas sigap menyemprotkan alat pemadam kebakaran. Sorakan penonton pun membahana menyaksikan insiden tak biasa tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada babak final nomor lari 100 meter kategori robot besar dalam ajang World Humanoid Robot Games (WHRG) 2026 di National Speed Skating Oval, Beijing, Rabu (26/8).

Pada kejuaraan yang berlangsung 22–26 Agustus 2026 tersebut, robot-robot berlaga layaknya atlet sungguhan di berbagai cabang olahraga, menghadirkan perpaduan momen menggelitik, mengkhawatirkan, sekaligus memukau.

Kekaguman publik tentu beralasan. Robot-robot ini terbukti mampu berlari lebih cepat daripada Usain Bolt, meski keunggulan itu harus dibayar dengan percikan api, komponen mekanis yang terpental, dan robot yang terbakar.

Robot-robot petarung dalam kategori “kickboxing” juga bergantian melancarkan tendangan memutar yang menjatuhkan lawan, disertai suara benturan material yang sangat mirip dengan pertarungan jalanan antarmanusia.

Semua adegan tersebut menunjukkan kemajuan rekayasa robot di China yang mencengangkan. Sebanyak 2.056 robot “atlet” bertanding dalam 51 cabang perlombaan yang mencakup 1.301 pertandingan.

Rekor lain tercipta pada nomor lari 400 meter. Catatan waktu yang sebelumnya mencapai 1 menit 28,03 detik pada WHRG 2025 dipangkas menjadi 45,66 detik untuk kategori robot kecil dan 38,15 detik untuk kategori robot besar tahun ini.

Pada nomor lari 1.500 meter, catatan waktu juga membaik dari 6 menit 34,40 detik pada tahun lalu menjadi 2 menit 21,64 detik tahun ini. Sementara itu, pada nomor lompat tinggi di tempat, rekor melonjak dari 0,95 meter menjadi 3,40 meter.

Namun, para pakar menyebut ajang tersebut lebih menunjukkan kemajuan dalam pengembangan robot humanoid yang terspesialisasi daripada robot serbaguna. Robot-robot itu “hanya” mampu berlari cepat atau “cuma” piawai bertinju, tetapi belum mampu melakukan keduanya sekaligus.

Salah satu penyebabnya adalah model AI yang mengatur pengambilan keputusan robot belum mampu memproses seluruh kompleksitas dunia fisik. Padahal, robot baru dinilai benar-benar berguna jika mampu menyelesaikan 80 persen pekerjaan rumah yang belum dikenalnya hanya berdasarkan perintah suara atau teks.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia