Karawang, Jawa Barat - Perum Bulog bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyalurkan 181.186.530 kilogram atau lebih dari 181 ribu ton beras kepada 6.039.551 penerima bantuan pangan (PBP) di Jawa Barat selama alokasi Juli hingga September 2026.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah terus memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan bantuan pangan benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima.
“Data penerima bantuan pangan ini berasal dari Kementerian Sosial. Tugas kita, memastikan bantuan yang telah dialokasikan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Mentan di Karawang, Senin.
Dia menyampaikan hal itu di sela penyaluran bantuan pangan kepada warga penerima manfaat di Desa Sindangsari, Kabupaten Karawang. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani turun mendampingi Kepala Bapanas dalam kegiatan itu.
Amran menuturkan penyaluran hingga tingkat desa menjadi bagian penting untuk memastikan kehadiran pemerintah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Perum Bulog bersama Bapanas terus mempercepat penyaluran bantuan pangan beras alokasi Juli–September di seluruh Indonesia termasuk wilayah Jawa Barat.
Sementara itu, untuk wilayah Karawang, menjadi salah satu kabupaten dengan cakupan penerima yang cukup besar di Jawa Barat. Sebanyak 249.725 PBP di kabupaten tersebut mendapatkan bantuan pangan beras dengan total alokasi mencapai 7.491.750 kilogram atau sekitar 7.491 ton, yang disalurkan secara bertahap kepada masyarakat penerima.
"Jangan sampai ada satu kilogram pun yang tidak sampai kepada penerima. Karena itu, Bapanas, Bulog bersama pemerintah daerah terus mengawal penyalurannya agar tepat sasaran, tepat waktu, dan diterima masyarakat dalam kondisi baik,” tegas Amran.
Dia menambahkan, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bapanas, Bulog serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran menjadi kunci agar distribusi pangan berjalan optimal.
“Seluruh jajaran harus bergerak bersama, dari pusat sampai daerah, agar bantuan pangan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan pihaknya siap menjalankan amanah pemerintah dengan memastikan ketersediaan beras sekaligus menjaga kelancaran proses distribusi hingga ke titik penyerahan kepada penerima.
“Bulog memastikan stok beras untuk bantuan pangan tersedia dan siap disalurkan. Kami terus memperkuat proses distribusi hingga ke titik penerima agar bantuan pemerintah ini dapat sampai kepada masyarakat secara tepat jumlah dan tepat sasaran," kata Rizal.
Menurut Rizal, besarnya cakupan program di Jawa Barat membutuhkan kesiapan stok, jaringan pergudangan, serta koordinasi distribusi yang kuat.
Bagi Bulog, setiap kilogram beras yang disalurkan bukan sekadar angka, tetapi merupakan bagian dari upaya negara memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, BUMN sektor pangan itu akan terus memastikan proses penyaluran berjalan lancar hingga bantuan diterima masyarakat.
"Penyaluran bantuan pangan beras dari skala provinsi hingga Desa Sindangsari menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan program tersebut menjangkau masyarakat secara nyata," ucap Rizal.
Ia menambahkan Bapanas bersama Bulog akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran bantuan pangan alokasi Juli–September 2026 di Jawa Barat berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.