Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Bulog salurkan 1.321 ton beras dan minyak goreng bagi korban gempa NTT

NadiKabar Biro
Bulog salurkan 1.321 ton beras dan minyak goreng bagi korban gempa NTT
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Bulog salurkan 1.321 ton beras dan minyak goreng bagi korban gempa NTT.

Jakarta - Perum Bulog telah menyalurkan bantuan pangan berupa 1.321,55 ton beras dan 7.000 liter minyak goreng bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 1 September 2026, sebagai upaya memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi.

"Bulog terus memperkuat respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana gempa di wilayah NTT. Hingga 1 September 2026, Bulog telah menyalurkan 1.321,55 ton beras dan 7.000 liter minyak goreng kepada masyarakat terdampak bencana," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani dalam jumpa pers update perkembangan stok pangan di wilayah terdampak gempa NTT di Kantor Pusat Bulog Jakarta, Selasa malam.

Bantuan beras tersebut terdiri atas 881,98 ton cadangan beras pemerintah (CBP) untuk penanggulangan bencana (Bencal), 101,8 ton bantuan cadangan pangan pemerintah daerah, serta 472,98 ton program bantuan pangan beras.

Sementara itu, penyaluran minyak goreng telah mencapai 7.000 liter atau 100 persen dari alokasi yang tersedia.

Penyaluran bantuan telah menjangkau tujuh kabupaten terdampak, yakni Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada dan Manggarai Barat.

Rizal menegaskan pihaknya terus memastikan ketersediaan dan penyaluran pangan bagi masyarakat terdampak bencana.

Menurutnya dalam situasi bencana, pangan menjadi kebutuhan yang sangat mendasar. Karena itu, Bulog terus bergerak memastikan bantuan pangan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Penyaluran dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi bersama pemerintah daerah serta pihak terkait agar bantuan tepat sasaran dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak,” beber Rizal.

Sebagai bagian dari upaya memastikan bantuan sampai kepada masyarakat, tim Bulog juga terus melakukan koordinasi dan pendataan di lapangan. Per 1 September 2026, Bulog mencatat keberadaan 45 posko bantuan/pengungsian yang berada di Kabupaten Ngada, Nagekeo, Manggarai dan Manggarai Timur.

Perusahaan BUMN sektor pangan itu juga terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah dalam memantau kebutuhan pangan masyarakat terdampak.

Di Kabupaten Ngada, lanjut Rizal mengatakan tim Bulog melakukan koordinasi dengan Pemkab Ngada di posko bantuan pada 1 September 2026, sementara di Kabupaten Nagekeo Bulog bersama BPBD melakukan pendataan dan koordinasi bantuan di Posko Utama Kecamatan Aesesa.

Rizal memastikan penyaluran bantuan akan terus dilanjutkan hingga seluruh alokasi bantuan dapat direalisasikan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

"Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bulog dalam mendukung pemerintah menjaga ketersediaan pangan sekaligus memberikan respons cepat bagi masyarakat yang menghadapi kondisi darurat akibat bencana," kata Rizal.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia