Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Bupati kerahkan dua ekskavator amankan KKOP Bandara Sampit

NadiKabar Biro
Bupati kerahkan dua ekskavator amankan KKOP Bandara Sampit
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Bupati kerahkan dua ekskavator amankan KKOP Bandara Sampit.

Palangka Raya - Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Halikinnor menginstruksikan dan memantau langsung pengoperasian dua ekskavator pembuat kanal dan sekat bakar untuk mengamankan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Haji Asan Sampit dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Dua ekskavator digunakan untuk membuat kanal sekat bakar dan jalan bagi petugas kita untuk memudahkan pemadaman kebakaran lahan di daerah yang agak ke dalam," kata Halikinnor di Sampit, Selasa.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, KKOP adalah wilayah daratan, perairan dan/atau ruang udara di sekitar bandar udara yang digunakan untuk kegiatan operasi penerbangan demi menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan.

Maraknya karhutla beberapa waktu terakhir ini diakui telah berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit. Pekatnya kabut asap sempat membuat pesawat membatalkan pendaratan dan penerbangan berikutnya pun dibatalkan.

Menyikapi situasi ini, Halikinnor memerintahkan penanganan karhutla di sekitar bandara ditingkatkan, terlebih di area KKOP. Tentunya, penanganan karhutla di lokasi-lokasi lainnya juga terus dimaksimalkan.

Untuk itulah, dua ekskavator dikerahkan sebagai upaya peningkatan pengamanan KKOP dari karhutla. Harapannya, kawasan tersebut menjadi terbebas dari karhutla dan kabut asap sehingga aktivitas penebangan tidak terganggu.

Menurut Halikinnor, ekskavator tersebut membuat kanal yang berupa jalan sebagai sekat bakar agar api tidak meluas jika terjadi kebakaran lahan. Sekat dibuat di sekeliling lokasi yang dianggap kritis dan harus diamankan untuk keselamatan penerbangan.

Selain membuat sekat bakar, dua ekskavator tersebut juga mencari lokasi yang berpotensi untuk dibuat embung. Jika ditemukan lokasi cukup rendah, maka akan digali dijadikan embung sebagai sumber air untuk memudahkan pemadaman kebakaran lahan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotawaringin Timur Mentana Dhinar Tistama optimistis langkah ini efektif untuk mengamankan kawasan tersebut dari karhutla sehingga aktivitas penerbangan tidak terganggu lagi.

"Estimasi awal kurang lebih satu kilometer (panjang kanal sekat bakar) dari Jalan Tjilik Riwut melingkar ke Jalan Jaksa. Saat ini kami masih fokus memadamkan bara dengan mengambil lumpur basah di lokasi," demikian Mentana.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia