Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

BYD setop impor mobil ke Indonesia, beralih penuh ke produksi lokal

NadiKabar Biro
BYD setop impor mobil ke Indonesia, beralih penuh ke produksi lokal
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait BYD setop impor mobil ke Indonesia, beralih penuh ke produksi lokal.

Subang, Jawa Barat - PT BYD Motor Indonesia memastikan tidak lagi mengimpor mobil secara utuh (completely built up/CBU) setelah fasilitas manufaktur kendaraan listrik perusahaan di Subang, Jawa Barat, mulai beroperasi.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menegaskan BYD kini akan berkonsentrasi pada produksi domestik.

“Sudah tidak (impor) sama sekali. Kita memang berkomitmen untuk setop karena kita sudah punya pabrik,” kata Luther ditemui di sela peresmian pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis.

Menurut dia, sejumlah model BYD yang masih beredar dari pasokan impor sebelumnya akan tetap dijual hingga persediaannya di jaringan diler habis. Namun, pasokan baru selanjutnya akan berasal dari produksi dalam negeri.

“Yang kita jual sekarang mungkin masih ada dari sisa suplai yang sebelumnya. Itu sudah sedikit sekali,” ujarnya.

Peralihan tersebut merupakan bagian dari komitmen BYD setelah memperoleh fasilitas insentif pemerintah yang memberikan kesempatan untuk mengimpor kendaraan listrik hingga 100.000 unit dalam periode dua tahun.

Luther mengungkapkan BYD pada akhirnya menggunakan sekitar 92.000 unit dari kuota impor tersebut. Sebagai kompensasinya, perusahaan diwajibkan membangun fasilitas produksi di Indonesia dan memenuhi kewajiban produksi domestik dengan persyaratan tertentu, termasuk kapasitas baterai dan motor.

“Kita bukan impor untuk menjual, tapi memang kita mengkompensasi dengan menyebarkan dulu ke market produk-produk yang nanti pasti kita akan produksi,” katanya.

Luther mengatakan kewajiban produksi tersebut ditargetkan dapat dipenuhi dalam dua tahun ke depan seiring dengan meningkatnya penjualan BYD di Indonesia.

Adapun nilai investasi BYD di Indonesia yang mencakup pabrik dan sejumlah infrastruktur pendukung mencapai sekitar Rp16 triliun.

Kapasitas produksi pabrik BYD di Subang mencapai hingga 150.000 unit per tahun, dengan realisasi sekitar 10.000 unit per bulan, meski jumlah dan komposisi produksi dapat berubah mengikuti model yang diproduksi dan permintaan pasar.

Meski beralih ke produksi lokal, BYD belum menjanjikan harga kendaraan otomatis menjadi lebih murah.

Luther menjelaskan pemerintah telah membentuk mekanisme fiskal untuk membuat transisi dari impor CBU menuju produksi domestik berlangsung secara mulus. Karena itu, struktur fiskal antara kendaraan impor dan produksi lokal dinilai tidak serta-merta membuat harga berubah.

Menurut dia, faktor penting dalam pembentukan harga justru terletak pada volume produksi. Produksi lokal dengan volume yang belum optimal dapat membuat biaya kendaraan lebih tinggi.

“Komponen pembentuk harga itu sebenarnya harusnya volume. Kalau berbasis produksi tapi kita enggak dapat volumenya, juga akan malah menciptakan harga yang jauh lebih mahal,” ujarnya.

Karena itu, BYD kini berfokus mengoptimalkan kapasitas produksi pabrik Subang sebelum memperluas lokalisasi model lainnya.

Untuk tahap awal, BYD memproduksi sejumlah model yang memiliki volume penjualan signifikan, termasuk BYD M6 EV, M6 DM, dan Atto 1. Perusahaan juga membuka peluang melokalkan model lainnya, termasuk produk dari merek premiumnya, Denza, secara bertahap.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia