Jakarta - Ketombe menjadi salah satu masalah rambut yang cukup sering dialami. Serpihan putih yang terlihat di rambut atau bahu, ditambah rasa gatal pada kulit kepala, tentu bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Masalahnya, ketombe tidak selalu hilang hanya dengan keramas lebih sering. Bahkan, penggunaan produk yang tidak sesuai atau menggaruk kulit kepala terlalu keras dapat membuat kondisi kulit kepala semakin tidak nyaman.
Ketombe sebenarnya merupakan kondisi kulit kepala yang umum dan tidak menular. Kemunculannya juga bukan berarti seseorang memiliki kebersihan rambut yang buruk. Faktor seperti kondisi kulit kepala, jenis ragi yang secara alami hidup di kulit, stres, cuaca, hingga reaksi terhadap produk rambut dapat berperan.
Lantas, bagaimana cara menghilangkan ketombe dengan tepat dan aman?
1. Gunakan sampo antiketombe
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menggunakan sampo yang memang diformulasikan untuk mengatasi ketombe.
Beberapa bahan aktif yang umum ditemukan dalam sampo antiketombe antara lain ketoconazole, zinc pyrithione, coal tar, dan salicylic acid. Pilihan bahan aktif dapat disesuaikan dengan kondisi kulit kepala dan petunjuk penggunaan produk.
Tidak perlu menggunakan banyak produk sekaligus. Pilih satu produk terlebih dahulu dan gunakan sesuai petunjuk pada kemasan.
2. Gunakan secara rutin, bukan berlebihan
Kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah menggunakan sampo antiketombe secara berlebihan dengan harapan ketombe lebih cepat hilang.
Padahal, beberapa produk justru dapat menyebabkan kulit kepala mengalami iritasi jika digunakan tidak sesuai aturan. Karena itu, ikuti petunjuk penggunaan yang tercantum pada produk.
Sebagai contoh, untuk sampo ketoconazole, NHS mencantumkan penggunaan dua kali seminggu selama dua hingga empat minggu untuk mengatasi ketombe. Setelah kondisi terkendali, penggunaannya dapat dikurangi menjadi satu kali setiap satu hingga dua minggu untuk membantu mencegah ketombe kembali. Namun, aturan penggunaan dapat berbeda berdasarkan produk dan kondisi pengguna.
3. Pastikan sampo mengenai kulit kepala
Ketombe berasal dari masalah pada kulit kepala, sehingga sampo antiketombe perlu diaplikasikan pada area tersebut, bukan hanya pada batang rambut.
Saat keramas, pijat kulit kepala secara perlahan menggunakan ujung jari. Hindari menggaruk menggunakan kuku karena dapat membuat kulit kepala mengalami iritasi.
Untuk sampo ketoconazole, misalnya, NHS menyarankan sampo dipijat hingga berbusa kemudian didiamkan selama sekitar tiga sampai lima menit sebelum dibilas. Tetap ikuti petunjuk produk yang digunakan.
4. Jangan menggaruk kulit kepala
Ketombe sering disertai rasa gatal. Namun, menggaruk kulit kepala terus-menerus bukan cara untuk menghilangkannya.
Menggaruk terlalu keras dapat membuat kulit kepala semakin iritasi. Jika terasa gatal, usahakan tidak mengorek atau menggaruk menggunakan kuku.
Perawatan yang lembut justru lebih baik untuk menjaga kondisi kulit kepala.
5. Perhatikan produk rambut
Produk seperti pewarna rambut, gel, spray, dan mousse dapat menyebabkan iritasi atau reaksi pada sebagian orang. Jika ketombe atau rasa gatal muncul setelah mencoba produk baru, perhatikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan produk yang digunakan.
Jika kulit kepala terasa perih, merah, atau mengalami iritasi setelah menggunakan produk tertentu, sebaiknya hentikan penggunaannya dan pertimbangkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
6. Jangan menganggap ketombe selalu karena kulit kepala kering
Serpihan pada kulit kepala memang bisa terlihat seperti kulit kering, tetapi penyebabnya tidak selalu sama.
Ketombe dapat berkaitan dengan seborrheic dermatitis, eksim, psoriasis, dermatitis kontak, hingga infeksi jamur pada kulit kepala. Beberapa kondisi tersebut membutuhkan penanganan yang berbeda.
Karena itu, jika ketombe terus kembali meski sudah dirawat dengan benar, jangan asal mencoba berbagai produk.
7. Kelola stres dan jaga kebiasaan sehari-hari
Stres dapat membuat ketombe menjadi lebih buruk pada sebagian orang. Cuaca tertentu juga dapat memengaruhi kondisi kulit kepala.
Menjaga waktu istirahat, mengelola stres, serta menerapkan pola hidup yang seimbang dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan kulit kepala.
Namun, kebiasaan tersebut bukan pengganti pengobatan apabila ketombe disebabkan oleh kondisi kulit tertentu.
Berapa lama ketombe bisa hilang?
Jangan berharap ketombe langsung menghilang setelah sekali keramas menggunakan sampo antiketombe.
NHS menyarankan penggunaan sampo antiketombe hingga sekitar empat minggu untuk melihat apakah kondisi membaik. Jika satu jenis sampo tidak memberikan hasil, terkadang diperlukan bahan aktif berbeda.
Untuk ketoconazole, misalnya, NHS menyebutkan bahwa sampo umumnya membutuhkan waktu sekitar dua hingga empat minggu untuk mengatasi ketombe.
Kapan harus diperiksa ke dokter?
Ketombe umumnya bukan masalah serius. Namun, pemeriksaan medis diperlukan jika keluhan tidak membaik setelah sekitar empat minggu menggunakan sampo antiketombe, atau justru semakin parah.
Segera perhatikan pula jika kulit kepala terasa sangat gatal, merah, bengkak, nyeri, atau muncul area bersisik di wajah maupun bagian tubuh lainnya. Keluhan tersebut dapat menjadi tanda adanya kondisi kulit lain yang membutuhkan penanganan.
Pada akhirnya, menghilangkan ketombe bukan soal seberapa sering mencuci rambut, tetapi bagaimana merawat kulit kepala dengan cara yang tepat. Penggunaan sampo antiketombe sesuai petunjuk, menghindari kebiasaan menggaruk, serta memperhatikan reaksi kulit terhadap produk rambut dapat membantu mengendalikan ketombe.
Jika ketombe terus berulang meski sudah mendapatkan perawatan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit agar penyebabnya dapat diketahui dan pengobatan yang diberikan sesuai dengan kondisi kulit kepala.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.