Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Cegah banjir, Pemkot Jaktim gencarkan bersih-bersih kali dan saluran

NadiKabar Biro
Cegah banjir, Pemkot Jaktim gencarkan bersih-bersih kali dan saluran
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Cegah banjir, Pemkot Jaktim gencarkan bersih-bersih kali dan saluran.

Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) terus menggencarkan kegiatan bersih-bersih kali hingga saluran air di wilayah setempat untuk mengantisipasi risiko banjir sekaligus menjaga kebersihan aliran sungai.

"Jadi, tujuan untuk membersihkan Kali Baru ini, kita fokus bukan lumpurnya, tapi sampahnya, karena musim kemarau, kali itu airnya sedikit, jadi terlihat sampahnya begitu banyak, karena kanan-kiri di sini masih bangunan rumah," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di Jakarta, Senin.

Dia menyebutkan sebanyak 500 personel gabungan dikerahkan untuk membersihkan sampah di Kali Baru, Jatinegara. Kegiatan menyisir aliran Kali Baru sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer itu dimulai dari kawasan Jalan MT Haryono hingga flyover Kampung Melayu.

Kegiatan pembersihan itu melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Timur, jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan, TNI/Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), relawan, dan pasukan pelangi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pasukan pelangi yang diterjunkan itu terdiri dari petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), Suku Dinas Bina Marga, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), serta Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.

Menurut Munjirin, kepadatan permukiman yang berada di sisi kanan dan kiri Kali Baru merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan sampah mudah terlihat menumpuk dan menggenangi aliran kali.

Untuk memudahkan penanganan sampah-sampah tersebut, pembersihan Kali Baru sepanjang sekitar 2,5 kilometer itu dibagi menjadi empat segmen.

Segmen pertama mencakup aliran dari Jalan MCD Jalan Otista hingga Jalan Otista 3. Selanjutnya, segmen kedua membentang dari Jalan Otista 3 hingga flyover Kampung Melayu.

Kemudian, segmen ketiga meliputi aliran dari flyover Kampung Melayu hingga Jalan Bekasi Barat, sedangkan segmen keempat mencakup Jalan Bekasi Barat hingga rel kereta api atau kawasan Stasiun Jatinegara.

"Warga yang tinggal di sekitar Kali Baru diimbau untuk tidak lagi membuang sampah ke dalam kali karena kebiasaan tersebut dapat merusak lingkungan dan meningkatkan risiko terjadinya banjir ketika curah hujan mulai meningkat," tegas Munjirin.

Imbauan tersebut sesuai Instruksi Gubernur DKI Nomor 5 Tahun 2026 tentang pilah sampah yang harus dikerjakan bersama.

Kegiatan serupa juga dilakukan di wilayah lain sebagai bagian dari upaya mengantisipasi genangan menjelang musim hujan, yaitu di Jalan Raya Pondok Ranggon, Pondok Ranggon, Cipayung melalui kegiatan "Grebek Saluran".

Kegiatan tersebut difokuskan pada saluran air di Jalan Raya Pondok Ranggon, RT 06/RW 02, dengan panjang saluran sekitar 200 meter.

Sebanyak 100 petugas gabungan yang dikerahkan berasal dari PPSU, Suku Dinas SDA, Suku Dinas Bina Marga, Suku Dinas Lingkungan Hidup, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Suku Dinas Perhubungan, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cipayung.

"Memang lokasi saluran air yang berada di Jalan Raya Pondok Ranggon saat kita melakukan survei kerja bakti, sedimen tanah saluran air sudah tebal. Agar saluran air dapat berfungsi dengan baik serta dapat menampung air di saat musim hujan, jadi kita bersihkan dan kuras saluran air tersebut," kata Lurah Pondok Ranggon Agus Erwin.

Menurut dia, pengurasan saluran itu bertujuan mengembalikan fungsi saluran sehingga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air dapat meningkat ketika hujan turun.

Kegiatan tersebut juga sekaligus menjadi langkah pencegahan terhadap potensi genangan yang dapat mengganggu aktivitas warga di kawasan Pondok Ranggon.

"Semoga dengan apa yang telah kita lakukan bersama dapat bermanfaat untuk masyarakat sehingga tidak menimbulkan genangan di saat musim hujan," ungkap Agus.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia