Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Cegah disinformasi, Wamen Stella: Hati-hati terima informasi dari AI

NadiKabar Biro
Cegah disinformasi, Wamen Stella: Hati-hati terima informasi dari AI
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Cegah disinformasi, Wamen Stella: Hati-hati terima informasi dari AI.

Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima informasi dari kecerdasan buatan (AI) demi menangkal misinformasi dan disinformasi yang menjadi tantangan serius masyarakat pada era digital.

Melalui keterangan di Jakarta, Jumat, Wamendiktisaintek Stella menilai perkembangan kecerdasan buatan turut meningkatkan tantangan dalam membedakan informasi yang benar dan keliru. Ia menyebut tingkat kesalahan informasi dari 10 chatbot AI utama meningkat dari 18 persen pada Agustus 2024 menjadi 35 persen pada tahun 2025

"Kita percaya hoaks bukan karena bodoh, melainkan karena otak manusia secara alami menggunakan jalan pintas berpikir yang cepat. Begitu kita mengambil jeda dua detik untuk berpikir ulang, kemampuan kita mengenali hoaks meningkat signifikan," kata Wamendiktisaintek Stella.

Pakar psikologi kognitif itu menilai hoaks lebih mudah dipercaya apabila terasa akrab, sejalan dengan pengetahuan yang telah dimiliki seseorang, atau memicu emosi negatif seperti kemarahan dan ketakutan.

Ia menyoroti model bisnis media sosial yang mengutamakan perhatian pengguna atau economy of attention, sebab algoritma platform cenderung memprioritaskan konten yang memancing emosi dan clickbait, bukan akurasi."Pemeriksaan fakta tetap harus dilakukan, tetapi tidak dapat menjadi satu-satunya solusi karena jumlah hoaks terlalu banyak untuk diperiksa satu per satu. Cara yang jauh lebih murah dan efektif adalah mengingatkan setiap orang untuk berhenti sejenak sebelum membagikan informasi," ujar Wamen Stella.

Wamendiktisaintek Stella juga mengingatkan pentingnya literasi media digital dan pendidikan berpikir kritis. Pendidikan perlu terus diuji efektivitasnya melalui bukti ilmiah.

Menurut dia, pelabelan informasi sebagai hoaks secara berlebihan dapat menimbulkan persoalan baru karena mendorong masyarakat bersikap skeptis terhadap informasi yang sebenarnya benar.

Maka dari itu Stella mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, membiasakan diri berhenti sejenak dan memeriksa kembali informasi sebelum membagikannya. Kebiasaan sederhana tersebut, menurut dia, merupakan langkah penting untuk memutus rantai penyebaran hoaks di tengah derasnya arus informasi digital.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia