Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

China akan bangun konstelasi internasional bantu eksplorasi bumi-bulan

NadiKabar Biro
China akan bangun konstelasi internasional bantu eksplorasi bumi-bulan
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait China akan bangun konstelasi internasional bantu eksplorasi bumi-bulan.

Hefei, China - China meluncurkan program sains untuk membangun konstelasi satelit di ruang antariksa bumi-bulan bekerja sama dengan berbagai negara, demi mengisi celah pengamatan sistematis di area tersebut.

Menurut para pakar yang menghadiri Konferensi Internasional Eksplorasi Antariksa Dalam 2026 di Hefei, Anhui, China timur, pada Kamis (3/9) hingga Jumat (4/9), program Cislunar CubeSat Constellation (C3) akan terbuka bagi ilmuwan dan institusi di seluruh dunia, sekaligus memberikan peluang bagi negara-negara berkembang untuk berpartisipasi dalam misi eksplorasi antariksa dalam.

Ruang antariksa bumi-bulan membentang dari orbit rendah bumi hingga sekira 2 juta kilometer dari bumi. Wilayah tersebut merupakan perbatasan baru bagi perluasan aktivitas manusia dan akan menjadi area operasional utama bagi misi berawak ke bulan serta pembangunan stasiun penelitian bulan di masa depan.

Namun, pemahaman manusia mengenai wilayah tersebut telah lama bergantung terutama pada pengamatan berbasis titik yang terisolasi, sehingga menimbulkan kesenjangan dalam cakupan spasial dan temporal serta keterbatasan data dari area-area penting.

Oleh sebab itu, jaringan pengamatan yang sistematis dan berkelanjutan sangat dibutuhkan, kata para pakar.

Menurut Hu Zhaobin, wakil ketua Asosiasi Internasional Eksplorasi Antariksa Dalam (IDSEA), sebanyak 30 satelit CubeSat, yang masing-masing berbobot tidak lebih dari 30 kilogram, akan membentuk sebuah konstelasi untuk memantau lingkungan antariksa dan mendeteksi semburan sinar gamma. Seluruh satelit tersebut dijadwalkan untuk diluncurkan dan ditempatkan di orbit sebelum 2030.

Melalui pengamatan yang disinkronkan dari beberapa satelit dan berbagai lokasi, konstelasi tersebut akan memungkinkan pelacakan menyeluruh terhadap perkembangan peristiwa cuaca antariksa serta mencapai akurasi penentuan posisi semburan sinar gamma hingga di bawah satu detik busur.

Setelah rampung, proyek tersebut akan mengubah eksplorasi ruang antariksa bumi-bulan dari pengamatan berbasis titik yang terputus-putus menjadi pemantauan berbasis jaringan dan berkelanjutan, sekaligus menyediakan dukungan data utama bagi keselamatan jiwa dalam misi pendaratan berawak di bulan serta penelitian ilmiah terdepan mengenai lingkungan ruang angkasa bumi-bulan.

"Kami berharap dapat bekerja sama dengan mitra di seluruh dunia untuk memperluas batas pengetahuan manusia mengenai antariksa dalam," ungkap Hu.

Inisiatif tersebut diluncurkan bersama oleh Laboratorium Eksplorasi Antariksa Dalam (DSEL) dan IDSEA, dengan dukungan dari Organisasi Kerja Sama Antariksa Asia-Pasifik.

Program tersebut juga akan menyediakan pelatihan teknis dan menetapkan standar antarmuka terpadu guna memungkinkan negara-negara berkembang berpartisipasi secara lebih mendalam di bidang eksplorasi antariksa dalam.

Sejumlah lembaga penelitian dari berbagai negara, termasuk Thailand, Serbia, Mesir, Senegal, dan Indonesia, telah bergabung dengan inisiatif tersebut.

Tahap pertama pengembangan teknis telah dimulai, dengan studi desain keseluruhan untuk satelit, muatan, sistem pelacakan dan kendali, serta komponen utama lainnya hampir rampung.

DSEL diresmikan pada Februari 2022. Sejak saat itu, DSEL telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 60 lembaga penelitian internasional.

Pada Juli 2025, laboratorium tersebut bersama sejumlah lembaga lainnya mengusulkan pembentukan IDSEA, organisasi akademis internasional pertama yang berbasis di China untuk eksplorasi antariksa dalam.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia