Islamabad/New Delhi - Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menlu Nepal Shishir Khanal pada Sabtu sepakat untuk memperkuat kerja sama tanggap darurat dan penyaluran bantuan.
Kesepakatan penguatan kerja sama antara kedua negara tersebut dilakukan setelah bencana banjir bandang lintas batas menewaskan sedikitnya 633 korban dan menyebabkan ribuan orang hilang.
Melalui unggahan di media sosial X, Menlu Nepal Shishir Khanal menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan via telepon dengan Menlu China Wang Yi. Kedua diplomat menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa serta kerusakan parah yang melanda kedua negara.
Khanal menegaskan kembali komitmen bersama untuk meningkatkan operasi penyelamatan, bantuan darurat, serta pertukaran data hidrologi secara langsung (real-time). Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan cepat yang diberikan pemerintah China dalam upaya evakuasi.
Menindaklanjuti permintaan Nepal, Kementerian Manajemen Darurat China telah mengirimkan sembilan ahli teknis terowongan secara bertahap ke lokasi bencana.
Para ahli tersebut dikerahkan untuk mendukung operasi penyelamatan pekerja yang terjebak di terowongan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), demikian dilaporkan harian People's Daily.
Selain China, India turut mengerahkan bantuan darurat ke Kathmandu pada Sabtu.
Pemerintah India mengirimkan enam tim ahli forensik untuk membantu identifikasi korban tewas melalui analisis sampel DNA, serta menerjunkan tim spesialis penyelamatan terowongan beserta perlengkapan berat.
Kementerian Luar Negeri India mencatat sebanyak 287 warga negaranya masih dinyatakan hilang di kawasan terdampak, sementara 88 orang lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat.
Bencana banjir bandang yang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan China ini memicu operasi pencarian besar-besaran terhadap hampir 3.000 orang yang masih hilang, termasuk wisatawan mancanegara.
Sebelumnya, Presiden China Xi Jinping telah menyampaikan belasungkawa resmi dan menegaskan kesiapan Beijing untuk terus mendampingi Nepal dalam penanganan pascabencana.Sumber: Anadolu
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.