Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Ciri-ciri pengguna sabu, dari sulit tidur hingga mood berubah

NadiKabar Biro
Ciri-ciri pengguna sabu, dari sulit tidur hingga mood berubah
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Ciri-ciri pengguna sabu, dari sulit tidur hingga mood berubah.

Jakarta - Aktor Revaldo Fifaldi kembali berurusan dengan hukum setelah ditangkap polisi terkait dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Revaldo diamankan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat pada Senin (24/8) malam.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Wisnu Wirawan mengatakan penangkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Berdasarkan pemeriksaan awal, Revaldo diduga menggunakan narkotika jenis sabu.

Dalam penggeledahan, polisi juga menemukan barang bukti yang berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan narkotika. Revaldo kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.

Kasus ini bukan kali pertama Revaldo tersandung perkara narkoba. Ia sebelumnya pernah ditangkap pada 2006 dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Pada 2010, Revaldo kembali ditangkap terkait kepemilikan sabu, kemudian kembali diamankan pada 2023 oleh Polda Metro Jaya.

Pada perkembangan berikutnya, polisi menyebut hasil tes urine Revaldo menunjukkan hasil positif narkotika dan psikotropika. Namun, proses hukum dan pemeriksaan terhadap kasus tersebut masih berjalan.

Kasus Revaldo kembali menjadi perhatian terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Salah satu jenis narkotika yang disebut dalam kasus tersebut adalah sabu atau metamfetamin, zat stimulan yang dapat memberikan efek pada sistem saraf pusat dan berisiko menyebabkan ketergantungan.

Lantas, seperti apa ciri-ciri seseorang yang diduga menggunakan sabu?

Ciri-ciri pengguna sabu yang perlu diketahui

Mengenali tanda penyalahgunaan narkoba memang penting, terutama agar keluarga atau orang terdekat bisa memberikan bantuan lebih cepat. Namun, satu atau dua tanda saja tidak cukup untuk memastikan seseorang menggunakan sabu.

Beberapa kondisi tersebut juga bisa muncul akibat masalah kesehatan atau faktor lain. Kepastian mengenai penggunaan narkoba membutuhkan pemeriksaan profesional.

Berikut sejumlah tanda yang dapat muncul pada seseorang yang menggunakan metamfetamin atau sabu.

Penggunaan metamfetamin dapat membuat seseorang menjadi lebih waspada dan berenergi untuk sementara waktu. Dampaknya, pola tidur bisa berubah dan seseorang dapat mengalami kesulitan tidur atau insomnia.

Perubahan ini dapat terlihat dari kebiasaan tidur yang tiba-tiba menjadi tidak teratur, sering terjaga, atau merasa tidak membutuhkan tidur seperti biasanya.

Sabu merupakan stimulan yang dapat memengaruhi nafsu makan. Seseorang yang menggunakannya dapat mengalami penurunan selera makan atau perubahan pola makan.

Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, kesehatan tubuh secara keseluruhan juga dapat ikut terdampak.

3. Jantung berdebar dan napas lebih cepat

Metamfetamin dapat meningkatkan kerja sejumlah sistem dalam tubuh. Efeknya antara lain denyut jantung menjadi lebih cepat atau tidak teratur, tekanan darah meningkat, serta frekuensi napas bertambah.

Gejala seperti ini perlu mendapat perhatian, terutama jika muncul secara tiba-tiba atau disertai keluhan kesehatan lain.

Penggunaan sabu dapat memengaruhi suasana hati dan perilaku. Seseorang dapat menjadi lebih mudah tersinggung, gelisah, agresif, atau mengalami perubahan mood yang cukup drastis.

Karena itu, perubahan perilaku yang terjadi secara tiba-tiba dan berulang sebaiknya tidak langsung dianggap sekadar perubahan karakter.

5. Cemas dan merasa sangat curiga

Dalam penggunaan berulang, metamfetamin dapat memicu kecemasan, paranoia, kebingungan, hingga gangguan persepsi. Pada kondisi tertentu, seseorang juga dapat mengalami halusinasi.

Kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius karena dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan hubungan dengan orang di sekitarnya.

6. Berat badan dapat berubah

Penurunan nafsu makan yang berkaitan dengan penggunaan metamfetamin dapat berdampak pada kondisi fisik seseorang. Jika berlangsung dalam waktu lama, perubahan pola makan dan kesehatan tubuh dapat menyebabkan perubahan berat badan.

Meski begitu, perubahan berat badan saja tidak bisa dijadikan bukti bahwa seseorang menggunakan narkoba karena ada banyak faktor kesehatan lain yang dapat menyebabkannya.

7. Kondisi gigi dan kesehatan tubuh memburuk

Penggunaan metamfetamin dalam jangka panjang dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk kerusakan gigi yang berat. Selain itu, penggunaan kronis juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung, otak, hati, ginjal, dan paru-paru.

Karena itu, penyalahgunaan sabu bukan hanya persoalan perilaku, tetapi juga dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan.

Jangan langsung menuduh hanya dari ciri-ciri

Ciri-ciri di atas penting diketahui sebagai informasi, tetapi tidak boleh digunakan untuk langsung menuduh seseorang sebagai pengguna narkoba. Misalnya, sulit tidur, perubahan suasana hati, jantung berdebar, atau berkurangnya nafsu makan bisa saja disebabkan oleh kondisi kesehatan lain.

Jika seseorang menunjukkan perubahan perilaku atau kondisi fisik yang mengkhawatirkan, pendekatan yang lebih aman adalah mengajak berbicara tanpa menghakimi dan mendorongnya mendapatkan bantuan dari tenaga kesehatan atau pihak yang kompeten.

Sementara itu, dalam kasus Revaldo, kepolisian masih melakukan pemeriksaan dan pengembangan perkara. Penangkapan tersebut menjadi pengingat bahwa penyalahgunaan narkoba dapat membawa konsekuensi hukum sekaligus menimbulkan risiko serius bagi kesehatan.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia