Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Dahnil Anzar: Prabowo pemimpin tepat di tengah ketidakpastian dunia

NadiKabar Biro
Dahnil Anzar: Prabowo pemimpin tepat di tengah ketidakpastian dunia
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Dahnil Anzar: Prabowo pemimpin tepat di tengah ketidakpastian dunia.

Tangerang - Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai Presiden Prabowo Subianto merupakan pemimpin yang tepat bagi Indonesia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

"Presiden Prabowo itu pemimpin Indonesia di waktu yang sangat tepat menurut saya. Kenapa? Karena pada saat anarkisme dunia tidak bisa dikendalikan dan tidak mudah dikendalikan, Pak Prabowo itu memimpin Indonesia," ujar Dahnil dalam acara Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu.

Dahnil mengatakan kondisi dunia saat ini ditandai meningkatnya ketegangan dan konflik antarnegara sehingga membutuhkan kepemimpinan yang mampu melihat persoalan dalam perspektif jangka panjang.

Menurut dia, Prabowo memiliki karakter kepemimpinan visioner dengan kemampuan melihat persoalan jauh ke depan dan tidak hanya berorientasi pada kepentingan politik jangka pendek.

Dahnil mencontohkan sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, penguatan sektor pendidikan, dan pertahanan.

Menurut dia, program tersebut perlu dilihat dari perspektif jangka panjang dan tidak semata-mata dinilai berdasarkan dampak yang terlihat dalam waktu dekat.

"Ini yang membedakan Prabowo karena melihat visi jangka panjang," ujarnya.

Dahnil menilai perbedaan pandangan terhadap kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan pentingnya memahami tujuan dan dasar kebijakan secara menyeluruh sebelum memberikan penilaian.

Ia juga membedakan pemimpin yang berupaya mempertahankan kekuasaan dengan pemimpin yang berani mengambil keputusan untuk melakukan perubahan.

"Tipologinya ada dua. Satu, ada orang yang berkuasa ingin menjaga eksistensi kekuasaannya. Tapi ada orang yang berkuasa ingin melakukan perubahan," katanya.

Menurut Dahnil, pemimpin yang hanya ingin mempertahankan kekuasaan cenderung memilih kebijakan yang aman dan mudah diterima publik. Sebaliknya, pemimpin yang ingin melakukan perubahan mendasar harus siap menghadapi resistensi.

Dahnil juga menyoroti kebijakan pemerintah dalam pengelolaan sumber daya alam. Ia menilai pemerintah perlu berani menahan eksploitasi apabila pemanfaatannya belum memberikan manfaat optimal bagi kepentingan bangsa.

Ia mengutip pandangan Prabowo bahwa sumber daya alam yang belum perlu dieksploitasi saat ini dapat disimpan untuk kepentingan generasi mendatang.

"Kalau kita belum bisa mengeksploitasi hari ini, sudah biarin aja itu. Sumber daya alam disimpan di situ untuk anak cucu," kata Dahnil.

Menurut dia, kebijakan yang berorientasi pada kepentingan jangka panjang memiliki konsekuensi dan berpotensi menimbulkan resistensi dari kelompok tertentu.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai trade-off dalam kebijakan publik, ketika suatu kebijakan memberikan manfaat bagi satu kelompok, tetapi pada saat yang sama dapat menimbulkan konsekuensi bagi kelompok lainnya.

"Trade-off itu kebijakan tidak bisa mencakup atau menyenangkan semua orang, pasti ada trade-off-nya," ujarnya.

Di hadapan kader IMM, Dahnil juga mengingatkan pentingnya tradisi intelektual dan literasi. Ia meminta mahasiswa tidak membangun kesimpulan hanya berdasarkan potongan informasi atau propaganda yang beredar di media sosial.

Menurut dia, mahasiswa Muhammadiyah memiliki tiga kompetensi yang perlu terus diperkuat, yakni religiusitas, intelektualitas, dan sosialitas atau humanitas.

Ia menilai tradisi intelektualitas perlu diwujudkan melalui budaya membaca dan memahami persoalan secara utuh.

"Literasi itu tidak mengonsumsi potongan ceramah di sosial media atau propaganda di sosial media. Dia membaca secara utuh apa yang menjadi kebijakan, apa yang menjadi dasarnya," katanya.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia