Jakarta - Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengubah model bisnis PalmCo, yakni dengan melebarkan sayap bisnis ke pasar internasional, untuk memperkuat posisi sebagai pemain global dalam industri minyak kelapa sawit.
“Yang dulunya semuanya mayoritas adalah (pasar) di dalam negeri, sekarang kami ingin penetrasi ke ekspor, dari kelebihan DMO yang kita miliki. Kami bisa ekspor, itu tahap satu,” ujar Dony dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Selasa.
Terkait perubahan model bisnis tersebut, Dony bertemu dengan direksi PalmCo untuk membahas strategi transformasi PalmCo.
Transformasi tersebut diarahkan melalui peningkatan kapasitas ekspor dengan memanfaatkan kelebihan pasokan yang dimiliki setelah memenuhi kewajiban pasar domestik.
Bukan hanya ekspor, PalmCo juga menyiapkan langkah hilirisasi ke pasar global melalui rencana pembangunan fasilitas pengolahan minyak di luar negeri (refinery).
Strategi itu diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperkuat daya saing PalmCo di tengah persaingan industri sawit global.
“Kami mau bangun refinery di luar, sehingga kami nanti bisa menjadi refined palm oil,” ujar Dony.
Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi PalmCo untuk memperluas jangkauan bisnis dari orientasi pasar domestik menjadi perusahaan dengan kapasitas dan daya saing di tingkat global.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.