Jakarta - Data Steam dalam jumlah besar dilaporkan bocor ke internet yang diduga berisi berbagai berkas yang pernah dipublikasikan melalui platform distribusi gim tersebut selama periode 2003 hingga 2013.
Dilansir dari laporan Engadget pada Minggu (30/8) waktu setempat, data yang bocor berukuran lebih dari 12 terabita (TB) dan mencakup berbagai proyek gim mulai dari versi uji coba beta hingga gim yang telah selesai dikembangkan.
Data yang bocor memberikan gambaran mengenai pengembangan berbagai gim pada masa awal kemunculan Steam, termasuk proyek yang akhirnya tidak pernah dirilis ke publik.
Sejumlah berkas bahkan berkaitan dengan waralaba gim milik perusahaan induk Steam, Valve, seperti Half-Life, Left 4 Dead, dan Portal.
Katalog di GitHub telah menghimpun sebagian besar judul gim yang ditemukan dalam bocoran tersebut. Selain gim buatan Valve, data yang bocor juga memuat sejumlah waralaba besar seperti Call of Duty, Fallout, dan Civilization, serta gim dari pengembang independen.
Karena ukurannya sangat besar, para pengguna internet masih menelusuri isi data tersebut untuk menemukan informasi baru.
Salah satu temuan yang mendapat perhatian adalah gim F-Stop yang tidak dirilis Valve. Gim tersebut memiliki konsep permainan berpusat pada penggunaan kamera yang dapat digunakan untuk memanipulasi objek di dunia nyata.
Kebocoran data itu juga memuat sejumlah referensi terkait Half-Life 2: Episode 3. Gim tersebut disiapkan sebagai kelanjutan sekaligus penutup cerita Half-Life 2, tetapi akhirnya batal dirilis oleh Valve.
Menurut pengguna X yang dikenal sebagai Gabe Follower, kebocoran data tersebut diduga terjadi karena adanya titik akses yang dapat diakses secara publik.
Ia menyebut hal itu juga jadi penyebab mengapa data yang ditemukan hanya mencakup berkas hingga 2013 karena pada tahun tersebut Valve beralih ke sistem penyimpanan lain.
Valve belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan kebocoran tersebut.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.