Tangerang - Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Provinsi Banten, menyebutkan, sebanyak 203.271 siswa dari total sasaran 342.310 siswa SD, SMP, SMA atau sederajat telah mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) sekolah, hingga akhir Agustus 2026.
"Data hingga Agustus, sasaran CKG bagi siswa mencapai sekitar 59,4 persen atau 203.271 siswa dari total sasaran 342.310 siswa," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni di Tangerang, Rabu.
Berdasarkan hasil pemeriksaan CKG, faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) masih menjadi perhatian. Pada kelompok usia di atas 15 tahun, temuan yang paling banyak meliputi dislipidemia sebesar 59,02 persen, obesitas 21,28 persen, gangguan metabolisme glukosa 12,85 persen, dan hipertensi 3,2 persen.
”Temuan tersebut menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, stroke, serta penyakit tidak menular lainnya. Karena itu, masyarakat didorong untuk tidak hanya melakukan pemeriksaan, tetapi juga menerapkan pola hidup sehat dan meningkatkan aktivitas fisik,” kata.dr. Dini.
Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kota Tangerang memastikan hasil pemeriksaan CKG tidak berhenti pada pemberian hasil skrining. Apabila ditemukan masalah kesehatan, masyarakat dapat langsung memperoleh tatalaksana dari tim medis yang bertugas atau mendapatkan rujukan apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pelayanan CKG dapat diperoleh masyarakat melalui puskesmas maupun kegiatan CKG komunitas. Pada pelayanan komunitas, peserta yang membutuhkan penanganan juga mendapatkan terapi awal dan edukasi untuk melanjutkan pengobatan di fasilitas kesehatan terdekat atau puskesmas.
"Jangan takut melakukan pemeriksaan. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, kita bisa menjaga diri tetap sehat, tetap produktif dan jika ditemukan penyakit dapat segera ditangani sebelum menjadi lebih berat," ujarnya.
Sementara itu capaian CKG di Kota Tangerang hingga Agustus 2026 telah menyasar 926.384 warga atau mencapai 49,45 persen dari sasaran yang ditetapkan.
"Capaian tersebut telah melampaui target nasional dan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat Kota Tangerang dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara dini," ujarnya.
Sementara itu Wali Kota Tangerang Sachrudin meminta para orang tua mengajak anak-anaknya untuk mengikuti program CKG. Sebab Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat layanan kesehatan anak sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.
“Jangan tunggu anak sakit baru diperiksa. Melalui CKG, kita bisa mengetahui kondisi kesehatan anak lebih awal, sehingga kalau ada yang perlu ditangani bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.