Samarinda - Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengoptimalkan pemanfaatan dana karbon Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) sebesar Rp5 miliar, untuk membiayai gerak cepat tim gabungan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Rusmadi di Samarinda, Selasa, mengatakan realisasi dana darurat tersebut sangat krusial untuk memastikan keselamatan dan kelancaran tugas para personel di lapangan.
"Dana FCPF sebesar Rp5 miliar direalisasikan untuk memenuhi kebutuhan darurat karhutla, seperti operasional lapangan, konsumsi, obat-obatan, dan fasilitas peralatan tim," ujarnya.
Rusmadi menjelaskan penanganan karhutla di Kaltim dilakukan melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kehutanan, aparat TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga pemerintah kabupaten/kota setempat.
Selain itu, aksi tanggap darurat di garis depan turut didukung secara masif oleh lebih dari 5.000 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.
Rusmadi memaparkan pelibatan ribuan relawan MPA dan aparat keamanan tersebut menjadi solusi strategis untuk mengatasi keterbatasan jumlah Polisi Kehutanan (Polhut) di Kalimantan Timur.
Saat ini, Dinas Kehutanan menghadapi tantangan besar karena jumlah Polhut yang tersedia sangat minim, yakni hanya berkisar 95 personel.
Keterbatasan jumlah personel tersebut dinilai pihaknya tidak sebanding dengan luas kawasan hutan di Kalimantan Timur yang harus diawasi, yakni mencapai lebih dari delapan juta hektare.
Per 31 Agustus 2026, tercatat total 998 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari jumlah tersebut, 440 kejadian melanda kawasan hutan yang menjadi wilayah pengawasan Dinas Kehutanan, sedangkan 558 kejadian terjadi di Area Penggunaan Lain (APL).
Untuk menjamin keberlanjutan operasi pemadaman dan mitigasi karhutla di tengah cuaca yang masih kering, pemerintah provinsi mengupayakan penambahan alokasi anggaran kedaruratan.
"Pemerintah saat ini tengah mengupayakan pembahasan sisa dana karbon dari Rp19 miliar agar dapat digunakan khusus untuk penanganan karhutla lebih lanjut," kata Rusmadi.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.