Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

DLH Palembang siagakan 141 armada angkut sampah ke PSEL

NadiKabar Biro
DLH Palembang siagakan 141 armada angkut sampah ke PSEL
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait DLH Palembang siagakan 141 armada angkut sampah ke PSEL.

Palembang - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang, Sumatera Selatan menyiagakan sebanyak 141 armada untuk mengangkut sampah ke fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang Akhmad Mustain di Palembang, Rabu, mengatakan bahwa pemerintah kota setempat telah memulai pengiriman sampah perdana dari sejumlah wilayah menuju fasilitas PSEL pada Selasa (1/9).

Langkah ini merupakan upaya pengelolaan sampah perkotaan berbasis teknologi sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

Dia mengatakan, pengiriman sampah menuju PSEL Palembang mencakup wilayah yang cukup luas dengan sumber timbulan berasal lebih dari 400 Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang tersebar di Kota Palembang.

Dari total timbulan sampah Kota Palembang yang mencapai sekitar 1.260 ton per hari, sebanyak 960 hingga 1.000 ton per hari dialokasikan menuju bunker PSEL.

"Pengangkutan mencakup seluruh wilayah di Palembang. Kami terus mengatur ritase armada agar distribusi sampah menuju PSEL dapat berjalan optimal," jelasnya.

Untuk mendukung proses pengangkutan tersebut, Pemkot Palembang menyiagakan 141 armada dari total 160 armada yang tersedia.

"Pemkot juga menyiapkan penambahan armada melalui APBD Perubahan Kota Palembang 2026," ungkapnya.

Penambahan armada tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengangkutan sampah sekaligus mengurangi beban armada yang saat ini beroperasi.

Kehadiran PSEL ini diharapkan dapat mengubah paradigma pengelolaan sampah yang selama ini identik dengan persoalan lingkungan dan kebutuhan lahan pembuangan kini dapat diolah menjadi bahan baku energi.

Meskipun demikian, Pemkot Palembang mengingatkan keberadaan PSEL bukan berarti persoalan sampah dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan teknologi pengolahan.

Masyarakat tetap memiliki peran penting, terutama dengan mengurangi produksi sampah dari sumbernya dan melakukan pemilahan sejak dari rumah.

"Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali, sedangkan sampah yang harus diolah dapat diarahkan ke sistem pengelolaan yang tersedia," ujarnya.

Langkah tersebut sekaligus mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular, yakni menjadikan sampah bukan sekedar limbah, melainkan sumber daya yang masih memiliki nilai dan dapat dimanfaatkan kembali.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia