Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi dan Onkologi Medik MRCCC Siloam Semanggi dr. Santi Christiani Gultom, Sp.PD-KHOM menjelaskan terapi kanker payudara dapat berbeda antara satu pasien dan pasien lainnya meskipun memiliki jenis kanker yang sama.
Santi mengatakan dokter tidak menentukan terapi hanya berdasarkan organ tempat kanker ditemukan, tetapi juga mempertimbangkan sejumlah karakteristik penyakit dan kondisi pasien.
“Jadi memang pada kenyataannya adalah kita tidak mengobati berdasarkan kankernya, berdasarkan organnya,” kata Santi dalam MRCCC Siloam Semanggi Media Hospital Tour 2026 di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan stadium dan keberadaan metastasis menjadi salah satu faktor yang menentukan pilihan terapi. Pasien dengan kanker stadium awal dapat memperoleh pendekatan pengobatan yang berbeda dengan pasien yang sudah mengalami penyebaran kanker.
Selain itu, ukuran tumor juga menjadi pertimbangan. Santi mencontohkan pasien dengan ukuran tumor yang berbeda dapat menjalani tahapan pengobatan yang berbeda sebelum tindakan operasi.
Dokter juga melihat tingkat agresivitas tumor melalui profil molekuler, antara lain status estrogen receptor (ER), progesterone receptor (PR), human epidermal growth factor receptor 2 (HER2), dan Ki-67.
Menurut Santi, karakteristik molekuler tersebut membantu dokter mengidentifikasi subtipe kanker payudara yang memiliki pendekatan pengobatan berbeda, seperti Luminal A, Luminal B, triple negative, dan HER2 positif.
“Jadi ada beberapa tipe dari breast cancer, dari Luminal B, Luminal A, kemudian Triple Negative atau HER2 positif itu beda-beda pengobatannya,” ujarnya.
Selain karakteristik kanker, dokter mempertimbangkan kondisi masing-masing pasien, termasuk usia, kondisi fisik, fungsi organ, serta penyakit penyerta atau komorbid seperti penyakit jantung, gangguan ginjal, dan diabetes.
“Jadi kita tidak bisa sembarangan kasih obat kanker, harus disesuaikan masing-masing pasien dengan komorbidnya,” kata Santi.
Ia mengatakan tujuan pengobatan juga menentukan pendekatan terapi. Pasien yang menjalani terapi dengan tujuan kuratif dapat memperoleh pengobatan yang lebih agresif, sedangkan terapi paliatif pada pasien dengan kondisi tertentu bertujuan memperpanjang usia dan mempertahankan kondisi pasien.
Santi menegaskan berbagai pertimbangan tersebut membuat terapi kanker semakin personal dan tidak dapat diseragamkan hanya berdasarkan jenis kanker atau organ yang terkena.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.