Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menilai pembiasaan hidup bersih dan sehat melalui edukasi berbasis sekolah penting untuk membentuk generasi yang sehat, cerdas, aktif, dan peduli terhadap lingkungan sejak usia dini.
Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikdasmen Dr. Maulani Mega Hapsari mengatakan edukasi mengenai kebersihan dan kesehatan dapat menjadi landasan dalam membentuk karakter peserta didik sekaligus mendukung terwujudnya generasi unggul.
“Melalui program Anak KAO, anak-anak dapat diajarkan pembiasaan hidup bersih dan sehat yang menjadi landasan penting dalam mewujudkan generasi cerdas,” ujarnya pada kegiatan Kick Off Edukasi Anak KAO (Kreatif, Aktif, Optimis) Healthy School di SMPN 73 Jakarta, Selasa.
Menurut Maulani, program tersebut juga sejalan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang menjadi salah satu fokus Kemendikdasmen. Ia berharap praktik baik dalam program dapat terus berlanjut, diperluas, dan direplikasi ke satuan pendidikan lainnya.
Program Anak KAO 2026 berfokus pada pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, manajemen menstruasi, kepedulian terhadap lingkungan, pemilahan sampah kemasan, serta upaya memutus praktik perundungan di sekolah.
Presiden Direktur Kao Indonesia Shoichi Hasegawa mengatakan pemilihan isu kesehatan, kebersihan, dan lingkungan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membentuk kebiasaan baik yang dapat diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Sepuluh tahun merupakan perjalanan yang tidak singkat bagi kami. Selama satu dekade, komitmen Kao Indonesia melalui program Anak KAO terus diwujudkan secara berkelanjutan untuk bersama-sama membentuk generasi masa depan yang aktif, sehat, bersih, dan peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia mengatakan program tersebut terus dikembangkan agar manfaat edukasi tidak berhenti pada kegiatan di sekolah, tetapi dapat diterapkan peserta didik di lingkungan sekolah maupun rumah.
Sementara itu, Direktur Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas Kemenkes dr. Niken Wastu Palupi mengatakan keterlibatan sektor swasta diperlukan untuk memperkuat kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), khususnya di satuan pendidikan.
“Menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini sangat penting agar dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari hingga anak-anak tumbuh dewasa,” katanya.
Kemenkes juga memperkuat Trias UKS melalui puskesmas setempat, termasuk edukasi kesehatan, aktivitas fisik, kebiasaan mencuci tangan pakai sabun, dan pemeriksaan kesehatan.
Sejak dimulai pada 2016, Program Anak KAO telah menjangkau lebih dari 52.000 peserta didik di 257 sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Pada 2026, program ditargetkan menjangkau lebih dari 11.000 siswa di 50 satuan pendidikan tingkat SD dan SMP di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.