Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Ekonom perkirakan harga keekonomian Pertamax Rp16.800 per liter

NadiKabar Biro
Ekonom perkirakan harga keekonomian Pertamax Rp16.800 per liter
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Ekonom perkirakan harga keekonomian Pertamax Rp16.800 per liter.

Jakarta - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet memperkirakan harga keekonomian Pertamax berada di kisaran Rp16.700–Rp16.800 per liter, sementara harga jual Pertamax di Jakarta masih dipertahankan Rp15.950 per liter.

“Artinya, dengan harga Pertamax yang masih Rp15.950 per liter, ada selisih sekitar Rp750–Rp900 per liter yang secara ekonomi belum tercermin dalam harga jual,” kata Yusuf dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Yusuf mengatakan perhitungan harga keekonomian tersebut berdasarkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, biaya distribusi dan penyimpanan, margin keuntungan, serta pajak yang berlaku.

Dengan demikian, terdapat selisih cukup besar antara harga keekonomian dan harga jual yang diterima masyarakat.

Menurut Yusuf, keputusan pemerintah dan Pertamina menahan harga Pertamax pada awal September merupakan langkah yang dapat dipahami sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan tersebut membuat konsumen belum sepenuhnya menanggung kenaikan biaya keekonomian BBM nonsubsidi tersebut.

“Menurut saya, keputusan pemerintah dan Pertamina menahan harga Pertamax di awal September ini merupakan pilihan yang cukup sadar untuk menjaga daya beli dan kondisi sosial masyarakat,” ujar Yusuf.

Meski Pertamax bukan BBM bersubsidi, Yusuf menjelaskan selisih antara harga keekonomian dan harga jual tetap harus ditanggung dalam struktur keuangan Pertamina.

Dalam jangka pendek, kondisi tersebut masih dapat dikelola, terutama karena harga sejumlah produk BBM nonsubsidi lainnya sudah mengalami penyesuaian.

Namun, jika harga Pertamax terus dipertahankan di bawah harga keekonomiannya dalam waktu panjang, tekanan terhadap Pertamina dapat meningkat. Yusuf menyebut kondisi tersebut berpotensi menekan margin, arus kas, laba, hingga ruang investasi perusahaan, terutama di sektor hulu dan kilang.

Harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 September 2026 mengalami perubahan pada sejumlah produk. Pertamina mengumumkan kenaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi, yakni Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green.

Seperti di Jabodetabek, tercatat harga BBM jenis Dexlite (CN 51) menjadi Rp23.700 per liter mulai 1 September, dari Rp19.700 per liter. Untuk Pertamina Dex (CN 53) juga naik dari Rp21.150 per liter menjadi Rp25.200 per liter mulai 1 September 2026.

Lebih lanjut, harga Pertamax Turbo mengalami kenaikan dari Rp18.300 per liter pada Agustus menjadi Rp19.600 per liter mulai 1 September 2026, dan harga Pertamax Green 95 naik dari Rp16.600 per liter menjadi Rp19.150 per liter yang berlaku mulai 2 September 2026.

Sementara itu, harga Pertamax tetap di level Rp15.950 per liter sejak 1 Agustus 2026. Harga BBM penugasan dan subsidi tidak mengalami perubahan harga, yaitu Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia