Memuat Waktu WIB...
Trending:
#5G Indonesia #BI Rate #Timnas Day #Ekonomi Digital
Nasional

Erupsi Gunung Sinabung berpotensi diikuti letusan yang lebih besar

NadiKabar Biro
Erupsi Gunung Sinabung berpotensi diikuti letusan yang lebih besar
Dokumentasi dan liputan resmi tim redaksi NadiKabar.com terkait Erupsi Gunung Sinabung berpotensi diikuti letusan yang lebih besar.

Jakarta - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Senin siang merupakan erupsi awal sehingga masih terdapat kemungkinan terjadi letusan yang lebih besar.

"Erupsi ini merupakan sebagai erupsi awal dan tidak menutup kemungkinan terjadinya erupsi yang lebih besar," kata Kepala Badan Geologi Lana Saria di Jakarta, Senin.

Dia memastikan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung akan terus dipantau dan tingkat aktivitas dievaluasi secara berkala maupun sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan untuk dapat menjadi dasar aksi kesiapsiagaan di lapangan.

Gunung Sinabung sebelumnya dideteksi tim vulkanologi Badan Geologi mengalami erupsi pada 31 Agustus 2026, pukul 10.17 WIB dengan kolom erupsi mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal teramati condong ke arah timur dan tenggara. Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 120 milimeter.

Namun, peningkatan aktivitas vulkanik telah terdeteksi sebelum erupsi terjadi.

Badan Geologi mencatat 85 kali gempa vulkanik, satu kali gempa embusan, dan satu kali tremor harmonik yang terekam sebelum erupsi pada pukul 10.17 WIB.

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental tersebut, Badan Geologi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) mulai 31 Agustus 2026, pukul 12.30 WIB. Gunung Sinabung sebelumnya berada pada Level II sejak 17 Mei 2023.

Pada tingkat aktivitas Level III (Siaga), masyarakat dan pengunjung atau wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi serta dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Sinabung dan radius sektoral enam kilometer ke arah selatan-tenggara.

Masyarakat yang bermukim di sekitar sungai yang aliran airnya berhulu di Gunung Sinabung juga diminta mewaspadai potensi bahaya lahar.

Pemantauan selama 1-30 Agustus 2026 menunjukkan Gunung Sinabung mengeluarkan asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dan ketinggian sekitar 50-1.000 meter dari puncak.

Selain itu, vegetasi di lereng bagian timur teramati menguning dan mengering.

Badan Geologi meminta masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti arahan BPBD Provinsi Sumatera Utara serta BPBD Kabupaten Karo.

Pemerintah daerah juga diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung di Desa Ndokum Siroga, sedangkan informasi perkembangan aktivitas gunung api dapat diakses melalui aplikasi serta kanal resmi PVMBG Badan Geologi.

Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.

Topik Terkait: #Nasional #Berita Terkini #NadiKabar #Indonesia