Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, Proyek Strategis Nasional (PSN) gasifikasi batubara menjadi metanol di kawasan Batuta Chemical Industrial Park (BCIP), Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, upaya memperkuat hilirisasi, ketahanan energi, dan industri dalam negeri.
"Proyek ini merupakan bagian dari upaya kita untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat industri dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional," kata Wakil Menteri ESDM Yuliot dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Menurut dia, batubara berkalori rendah yang selama ini bernilai ekonomi relatif rendah mulai diarahkan menjadi produk yang lebih strategis bagi industri dalam negeri.
Melalui teknologi gasifikasi, batubara diolah menjadi metanol yang dibutuhkan berbagai industri dan berpeluang mengurangi ketergantungan pada impor.
Proyek tersebut kata dia, ditargetkan menghasilkan sekitar 1,3 juta ton metanol per tahun dan berpotensi menghemat devisa hingga Rp7,1 triliun per tahun.
"Groundbreaking ini menandai dimulainya langkah nyata pembangunan industri methanol berbasis hilirisasi batubara," ujarnya saat meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking PSN gasifikasi batubara di Belangon, Kutai Timur, Kalimantan Timur.
Ia mengatakan bahwa proyek tersebut dikembangkan oleh PT Bumi Etam Chemical (BEC), perusahaan patungan PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Pembangunannya akan memanfaatkan lahan sekitar 943 hektare di kawasan BCIP.
Yuliot berharap hilirisasi BEC dapat menjadi model bagi perusahaan batubara lainnya, mengingat besarnya potensi batubara berkalori rendah di Kalimantan dan Sumatera.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.