London - Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (EU), Kaja Kallas, pada Rabu memperingatkan bahwa proyek permukiman E1 Israel di Tepi Barat akan semakin melemahkan prospek Solusi Dua Negara.
"Permukiman E1 akan semakin melemahkan prospek solusi dua negara dengan membelah Tepi Barat," ujar Kallas dalam konferensi pers setelah pertemuan informal para menteri luar negeri EU di Wicklow, Irlandia.
"Kekerasan pemukim terhadap warga Palestina terus meningkat, dan kerap kali dibiarkan begitu saja tanpa tindakan tegas," tutur Kallas.Dia menambahkan bahwa EU akan terus mendukung Rencana Perdamaian Gaza dan bekerja sama dengan para mitra demi mewujudkan solusi dua negara.Pertemuan informal yang juga dikenal sebagai pertemuan Gymnich tersebut diselenggarakan pada Selasa (1/9) dan Rabu di bawah kepresidenan Irlandia di Dewan Uni Eropa.
Pertemuan tersebut mempertemukan para menteri luar negeri Uni Eropa untuk melakukan diskusi strategis mengenai perkembangan geopolitik saat ini.Israel melanjutkan proyek permukiman E1 yang kontroversial di Tepi Barat pada Agustus, dengan menerbitkan tender untuk 1.234 unit hunian.
Tender tersebut, yang diterbitkan secara daring oleh Kementerian Konstruksi dan Perumahan Israel, mencakup sebagian dari rencana yang lebih luas untuk membangun 3.401 unit hunian di area E1 yang berlokasi di sebelah timur Yerusalem.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.