Jakarta - Ganda putra Indonesia Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi membidik perempat final China Masters 2026 setelah meraih kemenangan pada debut turnamen level BWF World Tour Super 750 di Shenzhen, China, Selasa.
"Target kami pasti mau yang terbaik, inginnya bisa ke delapan besar dulu tapi coba step by step. Tidak mudah karena ini Super 750 pertama kami," kata Faathir dalam keterangan PBSI seusai pertandingan.
Faathir/Devin memastikan tempat di babak 16 besar setelah unggulan kelima asal Malaysia Goh Sze Fei/Nur Izzuddin memutuskan mundur seusai gim pertama saat skor 21-16.
Devin mengatakan dirinya dan Faathir pada awalnya tidak mengetahui alasan pasangan Malaysia menghentikan pertandingan karena tidak melihat adanya gerakan yang menunjukkan salah satu lawan mengalami cedera.
"Setelah saya tanya, ternyata Izzuddin sakit demam dari semalam. Daripada dipaksakan mungkin mundur menjadi keputusan terbaik," ujar Devin.
Sebelum pertandingan dihentikan, Faathir/Devin mampu mengendalikan gim pertama dengan menerapkan permainan aman sekaligus memanfaatkan kesempatan untuk menyerang.
Mereka juga mengambil keuntungan dari pola permainan Goh/Izzuddin yang beberapa kali mengangkat kok sehingga memberi kesempatan pasangan Indonesia melancarkan tekanan.
"Kami sempat ambil gim pertama karena coba bermain safe dan menyerang. Lawan juga banyak mengangkat bola jadi enak untuk kami menekan," kata Devin.
Kemenangan tersebut membuat Faathir/Devin melanjutkan langkah dalam penampilan perdana mereka pada turnamen level Super 750.
Meski memasang target mencapai delapan besar, Faathir menegaskan mereka akan menjalani setiap pertandingan secara bertahap mengingat tingkat persaingan yang lebih tinggi dibandingkan turnamen yang sebelumnya mereka ikuti.
Mereka selanjutnya akan berhadapan dengan wakil Malaysia Tee Kai Wun/Yap Roy King yang mengalahkan wakil Taiwan Zhi-Wei He/Huang Hui-Hsuan dengan skor 18-21, 21-16, 21-9.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.