Jakarta - Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia memberikan edukasi untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat lomba kreasi menu makanan bergizi bagi warga Kampung Penas, RW 02, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur (Jaktim).
"Kegiatan ini pembelajaran untuk masyarakat melihat kembali MBG sebenarnya. Kalau itu dikelola oleh masyarakat sendiri, itu berarti mampu. Bagaimana subsidi pemerintah ini bisa membantu langsung ke masyarakat yang dibutuhkan. Tidak semua sekolah, tapi sekolah yang pilihan dan benar-benar punya dampak untuk gizi itu sendiri," kata Ketua FAKTA Indonesia Ari Subagyo Wibowo dalam acara edukasi pangan sehat kepada warga Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, Senin.
Dalam kegiatan itu, warga tidak hanya mendapatkan informasi mengenai MBG, tetapi juga diajak mempraktikkan secara langsung cara memilih bahan, menyusun menu, mengolah makanan, hingga menyajikan hasil masakan.
Selain itu, warga turut diberikan kesempatan untuk menyusun makanan bergizi dengan anggaran sekitar Rp10 ribu per porsi.
"Ini menggambarkan dinamika di masyarakat bahwa mereka kalau dikasih sesuatu untuk dianggarkan, mereka mampu kok mengelola. Ini pembelajaran untuk publik," ujar Ari.
Dia menilai pelaksanaan MBG sebaiknya tidak hanya berorientasi pada pemberian makanan secara merata kepada seluruh sekolah, tetapi perlu mempertimbangkan skala kebutuhan dan dampak program terhadap peningkatan gizi anak.
"Bagaimana subsidi pemerintah ini bisa membantu langsung ke masyarakat yang dibutuhkan. Tidak semua sekolah, tapi sekolah yang pilihan dan benar-benar punya dampak untuk gizi itu sendiri," ucap Ari.
Ari mengatakan pelaksanaan MBG yang dilakukan secara menyeluruh tanpa pemetaan kebutuhan berpotensi membuat bantuan tersebut tidak maksimal.
Menurut dia, sekolah yang berada di kawasan ke bawah, daerah pinggiran, maupun wilayah perbatasan semestinya menjadi prioritas karena memiliki kebutuhan yang lebih besar.
"Harapannya, ada perubahan untuk pemberian gizi ke makan gizi gratis ini gitu, sehingga ada perubahan yang besar, yang menerima benar-benar yang punya dampak, bukan asal sekarang gitu," tutur Ari.
Sementara itu, warga RT 02/RW 02 Cipinang Besar Selatan Ana (50) mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung bagi warga dalam menghitung anggaran sekaligus menyusun menu yang memenuhi unsur gizi.
Dalam lomba memasak, Ana bersama timnya membuat satu menu makanan yang ditujukan untuk anak usia sekolah dasar.
Menu tersebut berisi nasi yang dibentuk menyerupai boneka agar lebih menarik bagi anak-anak, ayam goreng mentega sebagai sumber protein, telur dadar, brokoli dan wortel sebagai sayuran, serta buah melon.
Ana mengatakan seluruh bahan makanan yang digunakan untuk satu porsi tersebut dapat diperoleh dengan biaya sekitar Rp9.603, di luar biaya gas.
"Acara ini buat pelajaran, oh, MBG itu sebenarnya tidak sampai yang digembar-gemborkan sekian harganya. Ternyata Rp10 ribu, kita bisa bikin MBG yang porsi sedikit," ungkap Ana.
Dia pun menekankan pentingnya komposisi makanan, mulai dari karbohidrat, protein, zat besi hingga serat. Menurut Ana, makanan bergizi perlu dibuat menarik dan disesuaikan dengan selera anak agar tidak berakhir menjadi makanan yang tidak dikonsumsi.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.