Semarang - Pemerintah Kota Semarang memperpanjang pergelaran Festival Kota Lama 2026 hingga mendekati penutupan ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di kota tersebut.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Jateng, Sabtu, mengatakan langkah tersebut diambil agar para kafilah dan tamu yang datang ke Kota Semarang memiliki kesempatan menikmati Festival Kota Lama di tengah padatnya agenda MTQ.
Ajang MTQ Nasional XXXI dijadwalkan berlangsung pada 4-13 September 2026 atau selama 10 hari, tetapi kini diperpanjang menjadi 17 hari, yakni mulai 4-20 September 2026.
Menurut dia, jadwal MTQ Nasional yang berlangsung 11–20 September cukup padat sehingga para kafilah perlu diberi kesempatan untuk menikmati suasana Kota Lama dan berbagai kegiatan yang disiapkan di dalamnya.
"Saya meminta Festival Kota Lama diperpanjang sampai para peserta MTQ selesai menjalankan seluruh rangkaiannya. Jadwal MTQ ini rapat sekali. Kapan mereka bisa jalan-jalan melihat Festival Kota Lama?" katanya.
Permintaan tersebut kemudian diikuti panitia dengan memperpanjang rangkaian Festival Kota Lama melalui berbagai agenda tambahan, dengan penutupan festival dijadwalkan berlangsung hampir bersamaan dengan penutupan MTQ Nasional XXXI.
Ia mengemukakan kesempatan menikmati Kota Lama sejalan dengan karakter kawasan tersebut yang sejak dahulu menjadi tempat perjumpaan.
Berbagai aktivitas di dalamnya terus berubah mengikuti kebutuhan zaman, sedangkan fungsi kawasan sebagai tempat masyarakat bertemu, menikmati seni dan budaya, serta beraktivitas tetap dipertahankan.
Beragam kegiatan disiapkan sepanjang pelaksanaan Festival Kota Lama 2026, di antaranya Pasar Malam Sentiling pada 4-13 September, Orkes On The Street and Dance, Rijsttafel Dinner, Gowes Semarang Heritage, Chess Kota Lama, Living Book, Living Story, Zwemers Belanda, Wayang Orang On The Street, Festival Folklore Kota Lama, hingga pertunjukan 1.000 Angklung Berkebaya.
Selain itu, kegiatan yang melibatkan masyarakat dan generasi muda, seperti seni merangkai janur dan peserta akan diajari membuat berbagai bentuk kerajinan tradisional sekaligus memahami makna di baliknya.
"Anak-anak kita boleh datang mendaftar dan akan diajari bagaimana membuat ketupat, manuk-manukan, hiasan-hiasan temanten dan maknanya apa. Sudah jarang sekali kita melihat pemandangan itu, tapi di sini ada," katanya.
Dalam rangkaian penyelenggaraan Festival Kota Lama, sejumlah agenda utama digelar pada akhir pekan, termasuk Festival Folklore Kota Lama pada 18-19 September dan 1.000 Angklung Berkebaya pada 19 September 2026.
"Mari kita jadikan Festival Kota Lama ini sebagai perayaan keberagaman. Sekaligus membuktikan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan karya, membuka kesempatan dan menghubungkan Semarang dengan dunia," kata Agustina.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.