Jakarta - Grup musik for Revenge bakal membuka cerita mengenai kelangsungan berkarya band mereka di tengah cedera yang dialami sang drummer, Chimot, saat konser "Titik Sadrah" di Bandung pada 31 Oktober mendatang.
Berdasarkan siaran pers Antara Suara di Jakarta, Senin, konser for Revenge di Eldorado Sport and Convention Hall, Bandung itu akan mengajak para penggemar untuk melihat for Revenge ‘pulang’ ke titik asal band tersebut meskipun membawa cerita dan kehilangan masing-masing.
Vokalis for Revenge, Boniex, menjadi salah satu yang paling blak-blakan. Ia mengaku saat ini merasa kehilangan bandnya, terutama ketika harus tampil tanpa kehadiran Chimot.
“Gue ngerasa enggak utuh lagi sih for Revenge, kayak ada yang hilang aja,” kata Boniex.
Menurut Boniex, ada kehidupan, mimpi, konflik, hingga pengorbanan para personel dan tim yang telah tumbuh bersama selama bertahun-tahun.
Namun, ambisinya untuk membawa for Revenge terus melangkah lebih jauh justru membuatnya sadar bahwa dirinya telah berlari terlalu kencang.
Di tengah situasi tersebut, ia mengakui secara pribadi ingin berhenti sejenak demi memberi ruang bagi masing-masing personel untuk memikirkan dan memperbaiki diri.
“Gue pribadi kayaknya ada kalanya harus berhenti dulu. Ada satu momen yang kita memang harus memikirkan diri sendiri dulu,” ujar Boniex.
Perasaan yang sama juga dirasakan Chimot dari sisi yang berbeda. Cedera yang dialaminya membuat ia merasa kehilangan dirinya sendiri.
Setelah 20 tahun berjuang bersama, ia merasa sudah waktunya untuk berhenti sejenak dan kembali mencari dirinya.
“Gue perang di for Revenge itu 20 tahun. Jadi sisanya kayaknya 'fair' deh buat gua cari diri gue sendiri lagi,” ungkap Chimot.
Dinamika itu membuat gitaris for Revenge, Aip, tak kuasa menahan tangis ketika membicarakan Chimot karena memiliki kedekatan yang cukup kuat dengan sang drummer sejak perjalanan mereka dimulai kembali pada 2016.
Sementara itu, pemain bas Izha melihat perjalanan 20 tahun ini mulai memasuki fase yang berbeda.
Dengan kondisi para personel dan tim yang telah memiliki keluarga serta kehidupan masing-masing, mimpi mereka bukan lagi sekadar mengejar sesuatu yang lebih besar.
Fokus mereka kini adalah bagaimana band bisa terus bertahan dan berkarya.
Pada momen itu, Boniex merasa dirinya sendiri harus belajar merayakan kehilangan dan membayangkan band yang ‘usai’ sebelum menjelma menjadi sesuatu yang baru.
Sedangkan Chimot memilih pasrah atas kondisi yang dihadapinya.
“Gue harus benar-benar rela. Sudahlah ya, sudahlah. Kali ini aku kalah,” pungkas Chimot.
Tiket konser "Titik Sadrah" dapat diperoleh melalui situs forrevenge.id.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.