Jakarta - Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melepas 4.021 alumni lembaga kursus dan pelatihan (LKP) untuk bekerja di 11 negara dalam Gebyar Kursus 2026 di Jakarta, Sabtu.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan pelepasan tersebut menunjukkan peran LKP dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan untuk memasuki dunia kerja.
"Ini menunjukkan bagaimana peran lembaga pendidikan nonformal, khususnya LKP, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, juga memberikan pendidikan dan keterampilan bagi anak-anak Indonesia untuk dapat memperoleh pekerjaan di sektor-sektor profesional, baik di dalam maupun di luar negeri," kata Abdul Mu'ti.
Ia mengatakan pemerintah terus mendorong penyediaan pendidikan yang mudah diakses, fleksibel, dan terjangkau melalui pendidikan formal maupun nonformal.
Menurut dia, pendidikan kursus menjadi salah satu sarana untuk membekali masyarakat dengan kecakapan hidup dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memperoleh pekerjaan.
"Program ini juga menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pendidikan formal dan nonformal berperan penting dalam membekali anak-anak Indonesia dengan kecakapan hidup atau *life skill* untuk mereka mendapatkan penghidupan dan kehidupan yang layak," ujarnya.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat FPLKP Zoelkifli M. Adam mengatakan lembaga kursus dan pelatihan berperan menyiapkan sumber daya manusia melalui pelatihan berbasis kompetensi.
Setelah menyelesaikan pelatihan, kata dia, lulusan LKP dapat bekerja atau membuka usaha, baik di dalam maupun luar negeri.
"LKP adalah salah satu satuan pendidikan yang selalu menciptakan sumber daya manusia melalui kompetensi. Tentu setelah anak-anak itu dilatih di sini, ada yang berwirausaha dan ada juga yang bekerja, baik di dalam maupun luar negeri," katanya.
Sebanyak 4.021 alumni yang dilepas dalam kegiatan tersebut akan bekerja di 11 negara, antara lain Uni Emirat Arab, Jepang, Bulgaria, Singapura, dan Turki.
Menurut Zoelkifli, sektor perhotelan menjadi salah satu bidang yang banyak menyerap lulusan LKP, antara lain untuk pekerjaan sebagai juru masak dan petugas kebersihan.
Selain itu, tenaga pendamping perawatan (*caregiver*) juga menjadi salah satu kompetensi yang dibutuhkan di sejumlah negara.
Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro mengatakan DPR mendukung program pendidikan kursus dan pelatihan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Kami mewakili rekan-rekan yang ada di DPR mendukung penuh program Kemendikdasmen, khususnya dari lembaga-lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan atau LKP ini," katanya.
Menurut dia, penguatan kompetensi melalui pendidikan kursus dan pelatihan diperlukan untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.
Gebyar Kursus 2026 juga diisi dengan Edu Fair, lomba keterampilan dan lembaga, serta jalan santai yang berlangsung pada 29-30 Agustus 2026 di Plaza Festival, Kuningan, Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pendidikan kursus dan pelatihan serta peluang pengembangan keterampilan kepada masyarakat.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.