Jombang - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong seluruh sekolah di wilayah itu mengembangkan inovasi ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan sekolah secara produktif dan berkelanjutan.
Khofifah mengemukakan ketahanan pangan tidak harus dibangun dengan memanfaatkan lahan dalam skala luas, karena berbagai ruang yang tersedia di sekitar rumah maupun institusi, termasuk sekolah, dapat digunakan untuk menghasilkan pangan.
"Sesungguhnya kita tidak bisa mengandalkan luasan lahan, berapa hektare lahan, jadi di setiap area yang ada di sekeliling institusi kita, rumah, bahkan sekolah itu sangat memungkinkan menyiapkan format ketahanan pangan," katanya dalam keterangan yang diterima di Jombang, Sabtu.
Khofifah mengatakan lingkungan sekolah dapat menjadi ruang strategis untuk mengenalkan sekaligus mempraktikkan ketahanan pangan kepada generasi muda melalui kegiatan budi daya berbagai komoditas.
Ia juga meninjau pameran produk Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) SMA, SMK, dan SLB se-Kabupaten Jombang di SMA Negeri 2 Jombang bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi.
Menurut dia, pemerintah provinsi sudah membuat program mendorong ketahanan pangan dengan program SIKAP. Program inisiatif Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur ini dibangun berbasis pemanfaatan lahan sekolah secara produktif dan berkelanjutan.
Ia melakukan panen ikan nila dan sayuran pakcoy serta meninjau budi daya sawi samhong yang telah berusia 31 hari dan siap dipanen.
Program SIKAP diintegrasikan dalam pembelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKWU), khususnya bagi siswa kelas XI. Para siswa terlibat dalam tahapan budi daya mulai dari pembibitan, perawatan, pemanenan, hingga pengemasan, dan pelabelan produk.
"Tidak hanya belajar menanam, anak-anak juga belajar mengemas produk hasil budi daya secara menarik dengan label program SIKAP, sebagai bagian dari pembelajaran nilai tambah dan kewirausahaan," ujarnya.
Khofifah berharap program tersebut dapat membentuk kemandirian, kreativitas, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan peserta didik melalui pengalaman langsung dari proses produksi hingga pengolahan hasil.
"Harapannya, anak-anak yang terlibat langsung dalam proses produksi dari hulu hingga hilir, tidak hanya memiliki pengetahuan, tapi juga pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi bekal untuk menghadapi masa depan," katanya.
Laporan Khusus & Verifikasi Fakta: Tim Redaksi NadiKabar.com • Standar Jurnalisme Siber Indonesia.